Hashim: Itu Hoaks Bukan dari Gerindra, Bukan Prabowo-Sandi

Kompas.com - 04/01/2019, 19:22 WIB
Hashim saat diwawancarai wartawan usai meresmikan Kantor Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Provinsi Sulawesi Utara, di Jalan Tikala Ares Nomor 19, Kecamatan Tikala, Manado pada Jumat (04/01/2019). KOMPAS.com/Skivo Marcelino MandeyHashim saat diwawancarai wartawan usai meresmikan Kantor Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Provinsi Sulawesi Utara, di Jalan Tikala Ares Nomor 19, Kecamatan Tikala, Manado pada Jumat (04/01/2019).

MANADO, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memastikan hoaks 7 kontainer surat suara pilpres tercoblos tidak ada kaitan dengan Gerindra.

Pernyataan tersebut disampaikan Hashim usai meresmikan kantor Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Provinsi Sulawesi Utara, di Jalan Tikala Ares Nomor 19, Kecamatan Tikala, Manado pada Jumat (04/01/2019) pukul 16.57 Wita.

"Saya sendiri, saya tidak tahu itu," katanya.

"Itu hoaks bukan dari Gerindra, bukan Prabowo-Sandi. Saya juga baru baca di koran, dan saya kira dari mana saya tidak tahu," tambah Hashim.

Dalam kesempatan itu, Hashim juga menyinggung masalah daftar pemilih tetap (DPT).

"Waspada DPT. Kita sudah lapor ke KPU dan Bawaslu begitu juga di daerah. Ada DPT yang kita dalami sudah ada tanda-tanda kecurangan. Ini harus di dalami. Sejak sebulan mulai intens dan semakin intens," sebut dia.

Baca juga: Hashim Optimistis Prabowo-Sandiaga Menang Telak di Sulawesi Utara

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan contoh masalah DPT.

"Ada contoh kita dapat di Jatim dan menyebar di Jateng, Jabar dan Banten. Ini beberapa contoh yang kami laporkan. Banyak di DPT yang ganda, kemudian invalid. Itu wajar dari lazim. Tapi sekarang ada indikasi manipulasi nama. Ada banyak tempat," bebernya.

Dia mencontohkan, di Banyuwangi ada satu keluarga memiliki 63 nama. Setelah dicek, kata Hashim, kepala keluarga kaget karena di KK asli hanya 7 nama.

"Ada nama-nama yang sudah lama wafat. Di Garut, satu KK 97 nama berbeda-beda. Di dalam UU dalam satu KK tak boleh alamat berbeda-beda," papar Hashim saat memberikan sambutan kepada kader Gerindra dan koalisi partai pendukung.

Baca juga: KPU Minta Publik Ikut Lawan Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Untuk itu, ia meminta seluruh badan pemenangan bekerja lebih keras.

"Bukan hanya dari sisi saksi, tetapi juga soal DPT. Di Sulut hal itu harus didalami. Saya harap koordinasi ditingkatkan, dengan parpol koaliasi. Di pusat koordinasi bagus," tandasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X