Korban Selamat Longsor di TPSA Cilowong Serang: Saya Tergulung Timbunan Sampah

Kompas.com - 02/01/2019, 17:22 WIB
Dua alat berat melakukan proses pencarian korban tertimbun longsoran di TPSA Cilowong, Kota Serang. Dua orang perempuan diduga tertimbun dan belum ditemukan hingga saat ini. KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINDua alat berat melakukan proses pencarian korban tertimbun longsoran di TPSA Cilowong, Kota Serang. Dua orang perempuan diduga tertimbun dan belum ditemukan hingga saat ini.

SERANG, KOMPAS.com - Longsor yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Selasa (1/1/2019) diduga menimbun dua orang perempuan.

Hal tersebut diinformasikan oleh korban selamat bernama Dodi.

Dodi merupakan seorang warga kampung setempat yang juga membuka warung di TPSA tidak jauh dari lokasi longsoran. Sore hari, saat kejadian, dia mengisahkan jika sedang menanam jagung di sekitar lokasi longsor.

"Saya posisinya sedang di atas, tiba-tiba ada teriakan dari dua ibu-ibu, mereka sambil lari, Pak lari, lari cepat," kata Dodi menirukan teriakan salah satu korban di TPSA Cilowong, Rabu (2/1/2019).

Baca juga: TPS Cilowong Serang Longsor, 2 Warga Diduga Tertimbun Belum Ditemukan

Dodi saat itu tidak mengetahui jika ada longsor. Dirinya hanya mengira mungkin ada ular. Namun, beberapa detik kemudian terdengar suara gemuruh dan suara dahan pepohonan patah.

"Kejadiannya sangat cepat, beberapa detik saya sadar jika longsor, saya sudah tergulung timbunan sampah hingga ke bawah, sekitar 200 meter dari posisi saya sebelumnya di atas," kisah dia.

Dodi menyebut butuh beberapa waktu untuk menyelamatkan diri dari timbunan sampah. Sebab, sekujur tubuhnya terkubur material sampah campur tanah.

"Tapi, alhamdulilah saya bisa bangkit berdiri, selamat hanya luka di bagian perut saja," kata dia.

Sementara untuk dua perempuan yang tadi berteriak, Dodi tidak tahu bagaimana nasibnya.

Dirinya hanya bisa menunjukkan lokasi terakhir kali melihat kedua perempuan tersebut sebelum tertimbun longsoran sampah.

"Tidak jauh dari jalan setapak itu, saya lihat mereka berdua lari, tapi setelahnya saya tidak tahu lagi karena saya juga tergulung longsoran," kata dia.

Belakangan, diketahui jika kedua perempuan tersebut bernama Jemah (45) dan Ida (42).

Ketua Pelaksana BPBD Kota Serang, Tubagus Muhammad Suherman mengatakan, dari keterangan para warga setempat, Jemah saat itu hendak menggiring kambing peliharaannya, sementara Ida akan membeli telur ke warung Dodi.

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Provinsi Banten, BPBD, Kepolisan, TNI hingga PMI tengah berusaha mencari keberadaan dua perempuan tersebut yang diduga tertimbun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X