Jumat Dini Hari, Polisi Tangkap 20 Napi yang Kabur dari LP Lambaro Aceh Besar

Kompas.com - 30/11/2018, 05:15 WIB
Seorang napi yang kabur berhasil ditangkap aparat kepolisian dan digiring ke mobil tahanan untuk dikembalikan ke LP Kelas II A Lambaro Aceh Besar pada Jumat (30/11/2018) dini hari. KOMPAS.com/DASPRIANI Y ZAMZAMI Seorang napi yang kabur berhasil ditangkap aparat kepolisian dan digiring ke mobil tahanan untuk dikembalikan ke LP Kelas II A Lambaro Aceh Besar pada Jumat (30/11/2018) dini hari.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Polisi berhasil menangkap kembali sebanyak 20 napi yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II A Lambaro Aceh Besar pada Jumat (30/11/2018) dini hari. Para napi tersebut kabur pada Kamis malam saat kericuhan terjadi di LP tersebut.

Sebelumnya diberitakan, para napi kabur setelah terjadi kericuhan di LP tersebut yang diduga dipicu perkelahian antarnapi. Mereka kabur dengan merusak teralis besi jendela dengan barbel.

Kapolsek Ingin Jaya Iptu Tri Andi Darma mengatakan dari 20 napi yang berhasil ditangkap kembali tersebut, sebanyak 17 napi sudah dievakuasi kembali ke LP sementara tiga lainnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek setempat.

“Para napi yang berhasil kami tangkap ini bersembunyi di rumah warga, di kebun warga, di sawah dan bahkan ada juga yang berada di atas atap rumah warga di sekitar LP,” jelas Tri Andi Darma, Jumat (30/11/2018) dini hari.


Baca juga: Rusuh di LP Banda Aceh, 113 Napi Kabur

Tri mengatakan, pihaknya akan semakin memperluas radius pencarian napi. Rata-rata napi yang kabur adalah napi yang tersandung kasus narkoba.

“Kekuatan kita penuh dibantu oleh satuan dari Mapolres dan Mapolda Aceh,” jelasnya

Sementara itu, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Supriyanto Tarah mengatakan saat ini kondisi di LP Kelas IIA lambaro Aceh Besar sudah kondusif. Sebanyak satu pleton aparat kepolisian ditugaskan untuk berjaga di LP.

Sebelumnya disebutkan kerusuhan terjadi di LP Kelas II A Lambaro kamis petan. Kerusuhan diduga dipicu oleh pertengkaran antar napi, yang kemudian memicu aksi massa.

Napi mengamuk dan menghancurkan fasilitas bagian ruang depan LP dengan menghancurkan jendela kaca dan terlai besinya dengan menggunakan barbell serta merusak kursi-kursi yang ada. Saat pengrusakan jendela terjadi, sebanyak 113 napi kabur dari jendela tersebut.

Baca juga: 4 Napi yang Kabur dari LP Banda Aceh Ditangkap, 109 Masih Buron

“Kalapas masih terus mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi, sementara saat ini kondisi di LP sudah kondusif. Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap napi yang kabur,” jelas Wakapolda.

Kericuhan yang dipicu persoalan api bukan baru pertam akali ini terjadi di LP Kelas II A Lambaro. Awal Januari 2018 lalu, LP Kelas IIa ini juga mengalami kericuhan hebat. Selain merusak fasilitas LP, napi juga mebakar ruangan bagian depan LP. Akibatnya tiga ruang berserta fasilitasnya rusak berat dan hangus terbakar. Saat itu napi juga membakar satu unit mobil milik aparat kepolisian yang masuk ke pekaranagn dalam LP untuk mengendalikan massa. Sebanyak 11 napi dijadikan tersangka utama dalam kasu kericuhan tersebut. *****

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Regional
Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X