Mendagri Belum Terima Surat dari Gubernur Terkait Pengunduran Diri Bupati Indramayu

Kompas.com - 27/11/2018, 21:13 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang ditemui usai menghadiri avara Apel Danrem - Dandim Seluruh Indonesia di Pusenif, Kota Bandung, Jawabarat. KOMPAS.com/AGIEPERMADIMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang ditemui usai menghadiri avara Apel Danrem - Dandim Seluruh Indonesia di Pusenif, Kota Bandung, Jawabarat.


BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku belum menerima surat resmi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait pengunduran diri Bupati Indramayu Anna Sophanah.

Seperti diketahui, Anna Sophanah mengundurkan diri sebagai Bupati Indramayu dengan alasan ingin banyak waktu bersama keluarga. Bahkan, Gubernur Jawa Barat pun telah menerima surat pengunduran diri Anna dan menunggu keputusan dari Kemendagri.

Namun ternyata, Mendagri hingga saat ini belum menerima surat resmi pengajuan pengunduran diri tersebut dari orang nomor satu di Jawa Barat itu.


"Kami belum menerima surat resmi pengajuan pengunduran Bupati Indramayu dari Gubernur," kata Tjahjo di Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/11/2018).

Baca juga: Mendagri Diimbau Tolak Pengunduran Diri Bupati Indramayu

Dengan begitu, pihaknya belum dapat memberhentikan secara hormat Bupati Indramayu Anna Sophanah sekaligus belum bisa memberikan surat keputusan wakil bupati menjadi bupati definitif.

"Surat Gubernur itu sebagai dasar kami memberhentikan dengan hormat Bupati Indramayu sebagaimana yang diputuskan DPRD yang mendapat persetujuan pak Gubernur kemudian sebagai dasar kami membuat SK untuk menetapkan wakil bupati menjadi bupati," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Emil - sapaan akrab Ridwan Kamil - mengatakan, secara aturan posisi Anna akan digantikan oleh wakilnya, Supendi. Sementara, posisi wakil bupati akan dipilih oleh partai pendukung tersebut.

Meski Anna mengundurkan diri sebagai Bupati Indramayu, Emil bakal memastikan aktivitas pembangunan dan pelayanan publik tidak akan terkendala selama proses transisi kepemimpinan.

Kompas TV Tim SAR Posko Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, melanjutkan pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP. Pada hari kelima, pencarian dikembangkan hingga ke arah timur dari titik jatuhnya pesawat. <br /> Upaya pencarian mulai mengarah ke timur sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.<br /> <br /> BMKG memprediksi arah angin laut Utara Karawang mengarah ke timur, Jumat (2/11) sehingga diduga kuat serpihan pesawat atau korban Lion Air terbawa hingga di wilayah Subang dan Indramayu.<br /> <br /> Penyisiran ke wilayah timur melibatkan 2.000 personel tim SAR posko Tanjung Pakis.<br /> <br /> Selain ke Indramayu dan Subang, tidak menutup kemungkinan tim SAR akan mendekati perairan Cirebon.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Regional
Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Regional
Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X