Lion Air JT 610, Penerbangan Terakhir Putty Sebelum Resmi Jadi Pramugari...

Kompas.com - 30/10/2018, 20:54 WIB
Sutarno (61) menunjukan foto putrinya Putty Fatikha Rani (19),  salah satu penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) sore. KOMPAS.com/ARI WIDODOSutarno (61) menunjukan foto putrinya Putty Fatikha Rani (19), salah satu penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) sore.

DEMAK, KOMPAS.com – Putty Fatikha Rani (19) adalah salah satu penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat (Jabar). Dara kelahiran 16 April 1999 itu merupakan pramugari magang yang sedang melakukan pendidikan (training).

Harapan dan doa terus dipanjatkan oleh keluarga, kerabat dan teman-temannya di Demak, Jateng. Mereka terus berdatangan ke rumah duka di Desa Wilalung RT 04 RW 01, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak.  

Mereka yang datang berharap masih ada mukzizat, apalagi tim penyelamat masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap para korban. Mereka juga memberikan dorongan semangat pada keluarga Putty. 

Baca juga: Kisah Alfiani, Pramugari Lion Air JT 610: Pendiam Tapi Jago Debat Bahasa Inggris

Saat Kompas.com menyambangi rumah Putty, Selasa (30/10/2018) sore, semua keluarganya tengah berkumpul di ruang tamu untuk berdoa dan menunggu kabar putri ketiga pasangan Sutarno (61) dan Sutarni (45) itu.

Sutarno, ayah kandung Putty terlihat berduka namun berupaya tegar, sedangkan ibunya masih shock dan hanya berbaring di lantai.

Mboten wonten firasat nopo–nopo (tidak ada firasat apa–apa). Sebelum terbang pamitan minta doa restu. Tiap ada jadwal mau terbang, telepon dulu. Dapat kabar (duka) dari Lion Air, saya masih jualan di toko,” kata Sutarno lirih.

Putty terakhir bertemu keluarganya di Demak, pada Selasa (23/10/2018) lalu. Tak banyak yang dibicarakan alumni SMA 1 Dempet, Demak, yang dikenal sebagai pribadi yang tekun beribadah, rajin dan pandai itu.

Baca juga: 2 Hari Lalu, Pramugrari Lion Air JT 610 Citra Novita Minta Dibelikan Kasur Baru

 

Hanya saja, dia sempat bercerita pada ayahnya bahwa masa pendidikannya hampir selesai. Penerbangan pada Senin (29/10/2018) merupakan penerbangan terakhirnya sebelum diangkat menjadi pramugrari Lion Air.

“Putty Sudah lima kali ikut penerbangan. Penerbangan itu yang terakhir dan nantinya diangkat jadi pramugari,” ungkap Sutarno.

Memilih jadi pramugari

Semasa sekolah, Putty selalu langganan dapat ranking di sekolahnya. Putty dikenal sebagai gadis energik dan suka berorganisasi. Dia tercatat sebagai aktivis IPPU Gajah dan anggota Paskibraka Kabupaten Demak.

Menjadi pramugari merupakan cita–cita Putty sejak kecil. Apalagi semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia ikut Pakdhe-nya (kakak ibunya) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tidak heran jika Putty sudah sering naik pesawat ketika pulang ke Demak.

“Waktu kelas 5 SD, kalau ditanya jadi dokter atau pramugari, Putty milih pramugari. Satu bulan yang lalu, Putty juga pernah minta doa restu ingin kuliah ke luar negeri,” pungkas Sutarno. 

Baca juga: Deryl, Korban Lion Air JT 610 Asal Surabaya, Belum Sebulan Menikah...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X