Kasus Pembakaran Bendera di Garut Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 23/10/2018, 15:34 WIB
Massa berkumpul di depan Mapolres Garut mengawal pelaporan kasus pembakaran bendera pada Senin (22/10/2018) malam Kompas.com/Ari Maulana KarangMassa berkumpul di depan Mapolres Garut mengawal pelaporan kasus pembakaran bendera pada Senin (22/10/2018) malam

GARUT, KOMPAS.com - Sebanyak 26 organisasi masyarakat dan mahasiswa melaporkan kasus pembakaran bendera yang terjadi dalam peringatan hari santri di Alun-Alun Limbangan ke Polres Garut.

"Kami melaporkan pasal penistaan agama kepada oknum yang membakar benderanya," ujar A Iqbal Taufik, salah satu anggota tim penasihat hukum yang tergabung dalam advokat Muslim Pembela Kalimatullah, Senin (23/10/2018) malam.

Baca juga: Polisi Amankan 3 Orang Terkait Pembakaran Bendera di Garut

Menurut dia, pihaknya melihat aksi pembakaran bendera tersebut membuat umat Islam tersinggung karena ada kalimat tauhid dalam bendera yang dibakar. Makanya, pihaknya langsung melakukan pelaporan.

"Umat Islam di Garut merasa tidak enak melihatnya, makanya kami datang melaporkan kasus penistaan agama," ucapnya.

Laporan kasus pembakaran bendera sendiri dilakukan dengan pengawalan massa yang ikut mendatangi Mapolres Garut. Mereka berkumpul di lapangan depan Mapolres Garut dan di pinggir di Jalan Sudirman di depan Mapolres Garut.

Baca juga: Kisah Eman Sulaeman Jadi Kiper Terbaik Dunia Meski Hanya Punya Satu Kaki (1)

Pantauan Kompas.com di Mapolres Garut, massa ikut mengawal proses pelaporan dengan berkumpul di lapangan Mapolres Garut. Sementara itu, beberapa orang perwakilan mereka membuat laporan di Satreskrim Polres Garut.

Hingga Selasa pukul 02.00 WIB, massa masih tampak bertahan di Mapolres Garut menunggu laporan yang dibuat di Mapolres Garut. Rencananya, massa akan bertahan hingga melaksanakan shalat subuh di Mapolres Garut.

Sebelumnya, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, polisi sudah mengamankan tiga terduga pelaku pembakaran bendera dalam acara peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin.

Baca juga: 3 Fakta Kasus Grup FB Gay di Garut dan Tasikmalaya, Anggotanya Ribuan hingga Tanggapan Ridwan Kamil

Polisi juga tengah mencari satu warga yang membawa bendera dalam acara peringatan hari santri tersebut yang akhirnya dibakar.

"Diduga bendera HTI, tapi akan kami dalami lagi," ujar Budi saat ditemui di Masjid Agung Kecamatan Limbangan, Senin.

Budi menyampaikan, pihaknya akan melakukan gerak cepat dalam menangani kasus ini. Sebab, berbagai informasi cepat beredar di masyarakat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Guru Ditemukan Tewas di Ember dengan Tangan Terikat dan Telanjang

Seorang Guru Ditemukan Tewas di Ember dengan Tangan Terikat dan Telanjang

Regional
Ketahui 3 Tahapan New Normal di Bali untuk Kamu yang Ingin Liburan ke Pulau Dewata

Ketahui 3 Tahapan New Normal di Bali untuk Kamu yang Ingin Liburan ke Pulau Dewata

Regional
Demi Lolos PPDB Sumbar, Banyak Orangtua Manipulasi Surat Domisili

Demi Lolos PPDB Sumbar, Banyak Orangtua Manipulasi Surat Domisili

Regional
2.150 Pasien Covid-19 Sembuh dalam 14 Hari, Khofifah: Ini Capaian Tertinggi...

2.150 Pasien Covid-19 Sembuh dalam 14 Hari, Khofifah: Ini Capaian Tertinggi...

Regional
Siswi Tuna Grahita Dihamili Guru SLB, Terbongkar dari Perut yang Membesar

Siswi Tuna Grahita Dihamili Guru SLB, Terbongkar dari Perut yang Membesar

Regional
3 Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Bantul Ditutup Sementara

3 Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Bantul Ditutup Sementara

Regional
Jumlah Positif Covid-19 di Pondok Gontor Membengkak, Ribuan Penghuni Dirapid Test

Jumlah Positif Covid-19 di Pondok Gontor Membengkak, Ribuan Penghuni Dirapid Test

Regional
Ekonomi Terpuruk, Bupati Banyumas: SD dan SMP Negeri Harus Kembalikan Pungutan dari Wali Murid

Ekonomi Terpuruk, Bupati Banyumas: SD dan SMP Negeri Harus Kembalikan Pungutan dari Wali Murid

Regional
Ditanya Deadline Jokowi, Khofifah: 14 Hari Terakhir Jatim Sembuhkan 2.150 Pasien Covid-19

Ditanya Deadline Jokowi, Khofifah: 14 Hari Terakhir Jatim Sembuhkan 2.150 Pasien Covid-19

Regional
Bunda Neni Nyatakan Siap Pimpin Bontang Selama Dua Periode

Bunda Neni Nyatakan Siap Pimpin Bontang Selama Dua Periode

Regional
Polemik Aset Tanah Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Sekarang Urus Covid-19 Dulu

Polemik Aset Tanah Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Sekarang Urus Covid-19 Dulu

Regional
Bertambah 4, Jumlah Santri Gontor Positif Covid-19 Jadi 11 Orang

Bertambah 4, Jumlah Santri Gontor Positif Covid-19 Jadi 11 Orang

Regional
Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Regional
Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Regional
Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X