Franz Magnis: Sejak Pertama ke Indonesia, Saya Tak Pernah Dapat Gangguan Atas Nama Agama

Kompas.com - 13/10/2018, 19:58 WIB
Franz Magnis Suseno (kiri) bersama sejumlah tokoh agama usai menggelar dialog lintas agama di Aryaduta, Jakarta, Sabtu (13/10/2018). KOMPAS.com/ DOKUMEN MAJELIS DZIKIR HUBBUL WATHANFranz Magnis Suseno (kiri) bersama sejumlah tokoh agama usai menggelar dialog lintas agama di Aryaduta, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

KOMPAS.com - Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) bekerjasama dengan Syuriyah PBNU dan Majelis Al Muwasholah menggelar Dialog Peradaban Lintas Agama.

Acara bertema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusiaan" itu digelar pada di Aryaduta, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).
 
Pembicara utama dalam acara tersebut antara lain Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim Hafidz, Romo Franz Magnis Suseno, Pendeta Dr Martin Lukito Sinaga, dan Bikkhu Dammashubo Mahathera. Acara ini dihadiri oleh ratusan tokoh lintas agama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di dalam negeri, hadir antara lain Ketua Umum PB MDHW KH Musthofa Aqil Siroj, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Sekjen PB MDHW Hery Haryanto Azumi, Ketua Yayasan Mata Air Nusron Wahid, Wasekjen PBNU Ir H Suwandi D Pranoto, Dewan Penasihat ISNU Prof Dr Ahmad Mubarok, serta para kiai dan habaib dari NU dan Majelis Al Muwasholah. Sementara dari luar negeri hadir para ulama besar dari Yaman, Maroko, United Kingdom (UK), dan lain-lain.

Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim Hafidz dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perdamaian harus diwujudkan dengan menciptakan kerja sama dan dialog yang lebih nyata di dalam masyarakat.

"Pada dasarnya seluruh kitab suci yang diturunkan kepada para nabi adalah untuk mewujudkan perdamaian tersebut melalui perbaikan hati dan akhlak manusia," kata Habib Umar bin Muhammad bin Salim Hafidz dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Menpora Ajak Pemuda Se-Asia Melihat Toleransi Beragama Saat Peringatan Waisak

Sementara itu, Romo Franz Magnis Suseno dalam paparannya mengatakan bahwa Indonesia adalah contoh yang baik untuk kerukunan umat beragama. Selama puluhan tahun tinggal di Indonesia, Romo Magnis mengaku belum pernah mengalami persekusi agama.

"Selama 60 tahun sejak pertama kali datang ke Indonesia saya tidak pernah mendapatkan gangguan atas nama agama. Artinya, Indonesia adalah negara yang kondusif dalam hal kerukunan beragama," ujar tokoh Katolik senior tersebut.

Pendeta Martin Lukito Sinaga, perwakilan Kristen Batak, juga menyampaikan bahwa kitab suci harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Semua kitab suci mengajarkan perdamaian dan saling menghormati," demikian diungkapkannya.

Bikkhu Dammashubo Mahathera dalam sambutannya juga menekankan pentingnya tenggang rasa sebagai titik masuk untuk melakukan dialog dan kerja sama antar-agama.

Koordinator Majelis Al Muwasholah, Habib Hamid AlQadry menyatakan bahwa dialog perdamaian ini akan terus diselenggarakan untuk mewujudkan perdamaian tidak hanya pada tahun-tahun politik.

"Tidak hanya di tahun politik seperti sekarang, dialog pedamaian penting terus diselenggarakan sebagai upaya memperkokoh persatuan bangsa," ujarnya.

Baca juga: Tuan Guru Bajang Ceritakan Indahnya Toleransi Beragama di NTB

Sementara itu, Sekjen PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi, menyebutkan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas terjadinya krisis toleransi di seluruh dunia yang memerlukan sentuhan para tokoh dan pemuka lintas agama untuk penyelesaiannya.

"Kegiatan ini penting dan kami akan secara kontinu. Bagi saya kebersamaan antara elemen-elemen bangsa merupakan syarat mutlak terwujudnya perdamaian yang lebih permanen," ungkap Hery.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X