18 Provinsi Rawan Tsunami di Indonesia Telah Dipasangi Sirene

Kompas.com - 13/10/2018, 09:47 WIB
Peta sebaran sirine tsunami yang dipasang di 18 Provinsi di Indonesia. Daerah yang telah dipasang alat ini daerah yang pernah mengalami bencana gempa bumi dan tsunami. KOMPAS.COM/BMKG GorontaloPeta sebaran sirine tsunami yang dipasang di 18 Provinsi di Indonesia. Daerah yang telah dipasang alat ini daerah yang pernah mengalami bencana gempa bumi dan tsunami.

GORONTALO, KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengelola 52 unit sirene di wilayah yang rawan bencana tsunami di seluruh Indoesia.

sirene atau remote terminal unit (RTU) itu ada di 18 provinsi yang rawan terjadi bencana tsunami. Sebaran sirene tsunami tersebut ada di Provinsi di Aceh 8 unit, Sumatera Barat 6 unit, Sumatera Utara 2 unit, Bengkulu 2 unit, Lampung 2 unit, Gorontalo 2 unit, Sulawesi Utara 2 unit, Sulawesi Tengah 1 unit, Papua 1 unit, Papua Barat 1 unit, Maluku 1 unit, Nusa Tenggara Timur 1 unit, Bali 9 unit, Jawa Timur 4 unit, DI Yogyakarta 2 unit, Jawa Tengah 2 unit, Banten 3 unit, dan Jawa Barat 2 unit.

“sirene tsunami dipasang di lokasi yang pernah terjadi bencana, di Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara pernah terjadi gempa da tsunami tahun 2008,” kata Indar Adi Waluyo, Kepala BMKG Gorontalo, Sabtu (13/10/2018).

Baca juga: BMKG Edukasikan Kesiapsiagaan Tsunami dalam Video..


Selain untuk keperluan BMKG, sirene juga untuk keperluan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sirene itu merupakan salah satu perangkat pendukung dalam peringatan dini datangnya tsunami di daerah.

Early warning atau peringatan dini terbaik adalah diri sendiri. Jika dekat dengan pantai dan terjadi gempa besar, segera lari menjauhi pantai menuju tempat yang tinggi. Tidak perlu menunggu sirene tsunami berbunyi baru berlari karena bisa jadi banyak kendala teknis di lapangan,” kata Indar Adi Waluyo.

Di Gorontalo, sejak tahun 2009 sudah dipasangi 2 unit sirene tsunami, sirene itu terdapat di halaman parkir gedung Bele li Mbui Kota Gorontalo, dan di Desa Moluo Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memasang sirene tsunami ini, tidak harus mengharapkan BMKG. Beberapa sirene yang dipasang di Yogya, Bali, dan Sumatera Barat harganya tidak mahal,” kata Indar Adi waluyo.

Setiap tanggal 26 pada setiap bulan, sirene dibunyikan sebagai uji sirene yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

Baca juga: 4 Fakta Baru Gempa dan Tsunami Sulteng, Polemik Relawan Asing hingga Pembangunan Ratusan Sekolah Darurat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X