Usai Ancaman Kabut Asap, Kini Palembang Dihantui Banjir

Kompas.com - 12/10/2018, 16:11 WIB
Banjir yang menggenangi jalan Kapten Tendean usai diguyur hujan selama tiga jam. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami mogok, Jumat (12/10/2018). KOMPAS.com/ Aji YK PutraBanjir yang menggenangi jalan Kapten Tendean usai diguyur hujan selama tiga jam. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami mogok, Jumat (12/10/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Sumatera Selatan hingga menyebabkan Kota Palembang diselimuti asap, kini berlangsung pulih, setelah hujan turun beberapa hari terakhir.

Namun permasalahan baru muncul. Lantaran banjir di hampir setiap sudut Kota Palembang.

Pantauan Kompas.com, Jumat (12/10/2018), guyuran hujan yang terjadi hampir tiga jam membuat genangan air merendam jalan protokol.

Bahkan banjir di Jalan Kapten Tendean yang berada persis di samping kantor Gubernur Sumatera Selatan sekitar 30 cm.

Baca juga: Cerita Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tegur Kepala Dinas Saat Banjir di Dekat Kantor Gubernur

Akibatnya, para pengendara yang melintas di jalan itu sempat mengalami mati mesin lantaran motor mereka terendam banjir.

Begitu juga dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor pemerintahan setempat langsung memindahkan mobil mereka karena takut terendam banjir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nanda, salah seorang pengendara mengaku, hujan yang terjadi begitu deras membuat mobilnya mati mesin karena terendam banjir.

Ia pun terpaksa menelpon bengkel untuk mendatangkan mekanik memperbaiki mesin mobilnya yang kemasukan air.

“Tadi lagi parkir, mau pindahkan hujannya deras. Sampai masuk ke dalam mobil, mesin juga tidak bisa hidup lagi. Sudah telpon orang bengkel minta diperbaiki,” kata Nanda.

Baca juga: 5 BERITA POPULER NUSANTARA: Gempa Guncang Sumenep, Pesta Seks di Surabaya, hingga Banjir di Medan

Hal serupa diutarakan Ansyor, pengendara motor yang melintasi jalan Kapten Tendean. Saat hujan turun, motornya tak bisa terselamatkan hingga terendam bajir.

“Mau berhenti baju sudah basah semua, jadi diterobos saja tadi. Karena banjirnya tinggi, air masuk ke knalpot mesin langsung mati,” imbuhnya.

Dari pantauan satelit BMKG Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, hujan terjadi secara merata di Provinsi Sumatera Selatan pada hari ini.

Yakni di Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), OKU Timur, Ogan Ilir, OKU, dan Muara Enim dengan intensitas lebat dan angin kencang disertai petir.

Terpisah, Kasi Data dan informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang menjelaskan, hujan di Kota Palembang dikarenakan pusat tekanan rendah di sebelah barat Bengkulu.

Selain itu, tekanan rendah di laut Cina Selatan berpengaruh pada pergerakan angin timuran yang berbelok ke arah pusat tekanan tersebut tepat di atas Provinsi Sumsel.

“Sehingga banyak awan hujan lokal yang terjadi di wilayah Sumsel dan diperkirakan dalam dua hari ke depan sebagian Sumsel akan berawan dan hujan sedang-lebat seperti di Palembang, Banyuasin, sebagian Lahat, Muratara, Ogan Ilir, sebagian OKI, Prabumulih, dan sebagian Muaraenim,” tutur Nandang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.