Diduga Turun dari Ayunan Saat Banjir, Balita 1,5 Tahun Tewas Tenggelam - Kompas.com

Diduga Turun dari Ayunan Saat Banjir, Balita 1,5 Tahun Tewas Tenggelam

Kompas.com - 11/10/2018, 19:01 WIB
Sepasang kaki bayi di dalam selimut (ilustrasi)BBC Sepasang kaki bayi di dalam selimut (ilustrasi)

SEI RAMPAH, KOMPAS.com - Banjir yang terjadi di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, memakan korban, Rabu (10/10/2018).

Seorang balita bernama Salsabila Nadhifa (1,5) tewas setelah tenggelam di dalam air yang menggenangi rumahnya.

Kepala Desa Sei Rampah, Munajat, menuturkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, neneknya, Misrawati, sedang mengayun korban di dalam rumah. Setelah tertidur, neneknya pun pergi ke depan rumah.

"Jadi neneknya ini sempat meninggalkan korban ke depan. Mungkin setelah ditinggalkan itu dia (korban) terbangun dan turun. Rumah neneknya ini banjir dan air sekitar 60 cm masuk ke dalam rumah," ujar Munajat.


Beberapa saat kemudian, sang nenek kembali dan melihat ke arah ayunan. Saat itu, korban tidak ditemukannya dan setelah dicari-cari bersama suaminya korban pun ditemukan tenggelam di dalam ruang tengah rumah.

"Korban ini belum bisa jalan dan baru bisa merangkak. Setelah ditemukan itu kami bawa langsung ke Puskesmas dan kemudian kami bawa ke RS Sultan Sulaiman. Menurut aku sih sudah saat di dalam rumah itu sudah meninggal cuma dokterlah yang memastikan baru kami tahu," kata Munajat.

Salsabila merupakan anak kedua dari Irwan Efendi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Ibu korban sudah meninggal pada saat usianya baru dua bulan. Ibunya meninggal karena terkena kanker.

"Tadi setelah shalat Ashar, korban langsung dikebumikan. Kalau banjir kawasan desa ini baru sejak Selasa malam mulainya. Ini kejadian pertamalah ada warga kami yang meninggal karena banjir," kata Munajat.

 

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Banjir di Sergai Telan Korban, Balita 1,5 Tahun Tewas Tenggelam


Terkini Lainnya

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional
Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Megapolitan
Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Internasional
Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Regional
2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

Regional
Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Nasional

Close Ads X