Lamongan Kirim 34 Truk Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng

Kompas.com - 02/10/2018, 18:52 WIB
Bupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Kartika Hidayati (kanan) saat melepas truk yang mengangkut bantuan dari masyarakat Lamongan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dok. Humas Pemkab LamonganBupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Kartika Hidayati (kanan) saat melepas truk yang mengangkut bantuan dari masyarakat Lamongan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

LAMONGAN, KOMPAS.com – Sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian kepada warga di Palu, Sigi, serta Donggala di Sulawesi Tengah yang tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami, masyarakat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ikut memberikan sumbangan.

Total ada sebanyak 34 truk yang memuat bantuan berupa paket sembako, makanan ringan, mi instan, air mineral, hingga perlengkapan bayi dan perempuan.

Bantuan dari warga ini dilepas secara simbolis oleh Bupati Lamongan Fadeli di depan Pendopo Lokatantra, Selasa (2/10/2018) sore.

“Duka mendalam kami untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Ini adalah bantuan sukarela dari seluruh masyarakat Lamongan,” ujar Fadeli.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut murni berasal dari masyarakat Lamongan untuk warga yang ada di Sulawesi Tengah. Seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah hingga level terbawah terlibat dalam koordinasi bantuan selama satu hari itu.

“Bantuan ini kami salurkan melalui Koarmatim agar bisa tepat sasaran. Besok rencananya masih ada gelombang kedua yang akan kami kirimkan lagi,” ucap dia.

Baca juga: Jalur Darat Rawan, Bantuan untuk Sulteng Dikirim Lewat Udara dan Laut

Fadeli menjelaskan, awalnya pengiriman bantuan ini bakal dilakukan pada Rabu (3/10/2018) besok. Namun karena pada Selasa sore ada jadwal kapal dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang berangkat memberikan bantuan ke Sulawesi Tengah, maka sebagian bantuan yang sudah terkumpul turut diberangkatkan.

Dalam kesempatan ini, bantuan yang disalurkan meliputi 11.495 dus mi instan, 4.844 dus air mineral, 15,89 ton beras, 2.000 paket sembako, sejumlah besar perlengkapan bayi, perlengkapan perempuan, serta makanan kaleng.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X