6 Pencari Kayu Gaharu Tersesat Selama 20 Hari di Hutan Mamasa

Kompas.com - 17/09/2018, 10:34 WIB
Enam pria pemburu kayu gaharu tersesat dan terlunta selama 20 hari di hutan belantara Mamasa, Mamuju dan Mamuju Tengah selama 20 hari. KOMPAS.com/ JUNAEDIEnam pria pemburu kayu gaharu tersesat dan terlunta selama 20 hari di hutan belantara Mamasa, Mamuju dan Mamuju Tengah selama 20 hari.

MAMASA, KOMPAS.com – Enam pria pencari kayu gaharu asal Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, tersesat dan terlunta-lunta selama 20 hari di hutan belantara di perbatasan Mamuju dan Kabupaten Mamasa.

Keenam pria tersebut mengaku nekat berburu kayu gaharu ke tengah hutan tanpa peralatan petunjuk arah atau kompas karena tergiur dengan harganya yang mencapai jutaan rupiah.

Karena telah kehabisan bekal setelah 20 hari tersesat menyusuri hutan belantara Mamuju, Mamuju Tengah dan Mamasa, mereka akhirnya terdampar di perkampungan di Dusun Pembu, Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa.

Namun warga dusun setempat curiga dan khawatir terhadap kehadiran orang asing di daerahnya. Mereka kemudian menghubungi aparat Polsek Mamasa agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Setelah dibawa ke kantor Polsek Mamasa, keenam pria itu diperiksa identitasnya. Semua barang-barang bawaan mereka pun digeledah. Polisi yang melakukan pemeriksaan tidak menemukan barang bawaan yang mencurigakan sehingga melepaskan keenam pendatang tersebut.

Baca juga: Sepanjang 2018, Permintaan Gaharu Gelondongan ke China Meningkat

Ishak, salah satu rombongan pencari kayu gaharu mengaku seluruh perbekalan makanan yang ia bawa habis. Terakhir, perbekalan berasnya habis sejak kemarin sehinga ia sudah satu hari lebih tidak makan dan tidak minum.

“Kami sudah 20 hari di hutan bekal sudah habis semua, terakhir beras yang kami bawah habis sejak kemarin dan sejak kemarin kami tidak makan karena kehabisan bekal. Beruntung kami dapatkan kampung dan meminta tolong kepada warga,” jelas Ishak.

Ishak mengaku selama 20 hari pencarian, ia tidak menemukan sebatang pun kayu gaharu.

Kapolsek Mamasa Inspektur Satu Polisi Leo Paemba menjelaskan, dari hasil identifikasi polisi, keenam warga tersebut adalah pencari kayu gaharu yang tersesat hingga ke Kabupaten Mamasa.

Berdasarkan fakta yang ditemukan oleh polisi, keenam pria yang membawa bekal parang panjang dan bekal makanan di tengah hutan ini tidak menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan atau bisa mengganggu kemanan masyarakat.

Selama digiring polisi, keenamnya juga tidak menujukkan gelagat mencurigakan. Seluruh senjata tajam seperti parang yang mereka bawah ke dalam hutan diserahkan ke polisi.

“Setelah kita interogasi dan memeriksa keenamnya, petugas tidak menemukan ada indikasi mereka bisa mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” jelas Iptu Leo Paemba.

Baca juga: Cegah Pemudik Tersesat, 110 Rambu Petunjuk Jurusan Dipasang

 

Keenam pencari kayu gaharu itu kemudian dipulangkan oleh polisi ke daerah asalnya masing-masing.

Mereka mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Mamasa dan petugas kepolisan yang sudah membantu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan 'Contact Tracing'

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan "Contact Tracing"

Regional
Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Regional
Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X