Soal Polemik Rumah Eko Purnomo, Ridwan Kamil Siap Turun Tangan - Kompas.com

Soal Polemik Rumah Eko Purnomo, Ridwan Kamil Siap Turun Tangan

Kompas.com - 12/09/2018, 15:18 WIB
Rumah Eko Purnomo yang dikelilingi tembok rumah tetangga di Ujungberung, Kota Bandung.Dok Pribadi Eko Purnomo Rumah Eko Purnomo yang dikelilingi tembok rumah tetangga di Ujungberung, Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil angkat suara soal polemik rumah Eko Purnomo (37) yang terkepung benteng milik tetangganya.

Eko yang tercatat sebagai warga Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung itu kini tinggal disebidang kontrakan lantaran tak ada akses masuk ke rumahnya.

Jika tak bisa diselesaikan, Ridwan Kamil mengaku siap turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, ia lebih dulu meminta Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk ambil tindakan perihal masalah tersebut.

"Pertama itu saya sudah delegasikan dulu ke Pak Oded. Kalau dari Pak Odednya mungkin belum ada dan bisa saya turun tangan," ujar Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: 2 Tahun Eko Terusir dari Rumahnya gara-gara Akses Jalan Tertutup Tetangga (1)

Emil mengaku sudah mengetahui duduk perkara tersebut setelah banyak berita yang muncul soal masalah rumah Eko. Ia pun belum mengambil sikap lantaran perkara tersebut dalam kewenangan Pemkot Bandung

"Itu kan viral dimana-mana. Tapi itu kan (urusan) Pak Wali Kota Bandung," ungkapnya.

Seperti diberitakan, Eko Purnomo terpaksa meninggalkan rumahnya sendiri di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, karena tak punya akses jalan akibat terhalang tembok rumah tetangga.

Ia sudah meninggalkan rumahnya sejak tahun 2016 lalu. Itu terhitung sejak akses jalan keluar masuk ke rumah itu ditutup oleh bangunan rumah tetangganya dari kiri, kanan, depan, dan belakang.

Baca juga: Akses Jalan Tertutup Tetangga, Eko Panjat Dinding Tembok demi Keluar Rumah (2)

Saat ditemui Tribun Jabar, Eko Purnomo mengaku sebelumnya ia sempat tinggal bersama istrinya di rumah itu pada 2008 ketika masih ada akses jalan.

Namun pada 2016, ada warga yang membeli tanah tepat di depan dan samping rumahnya.

"Di tahun yang sama, di samping rumah saya juga ada yang beli, dan kedua pemilik rumah itu berbarengan membangun rumahnya," ujar Eko Purnomo (37) saat ditemui di rumah kontrakannya di Kampung Ciporea, Kelurahaan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

Eko mengaku sempat bernegosiasi dengan pemilik tanah yang di depan rumahnya untuk membeli sebagian tanahnya seharga Rp 10 juta, namun pemilik tanah tersebut tidak mau memberikan.

Pada 2017, Eko memperjuangkan tanah dan rumahnya itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung. Pihak BPN merespons dan mengeluarkan Surat Berita Acara Pengukuran, dan hasilnya rumah Eko harus diberi akses jalan.

Eko pun hingga saat ini masih memperjuangkan yang rumahnya terkepung oleh tetangganya itu, tapi di sisi lain banyak warga yang tidak mau membeli rumahnya. Ia berharap kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus tanah ini. 



Close Ads X