Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Targetkan Raih 19 Medali Emas di Asian Para Games 2018

Kompas.com - 05/09/2018, 21:54 WIB
Puthut Dwi Putranto Nugroho,
Farid Assifa

Tim Redaksi

GROBOGAN, KOMPAS.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Para Games pada 6-13 Oktober 2018 mendatang.

Asian Para Games 2018 Jakarta akan mempertemukan 42 negara Asia anggota Asian Paralympic Committee pada 18 cabang olahraga.

Diperkirakan, sebanyak 2.800 atlet, 1.200 ofisial, dan 500 awak media dari dalam dan luar negeri akan mengambil bagian dalam ajang olahraga empat tahunan ini.

Sekretaris Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc), Bayu Rahardian, menjelaskan, Indonesia ditargetkan meraih 19 medali emas dalam kejuaraan khusus atlet difabel ini.

Meski demikian, pencapaian fantastis para atlet Indonesia dalam Asian Games 2018 diharapkan bisa terwujud juga dalam Asian Para Games 2018.

"Target 19 emas tentunya peringkat tujuh. Namun, harapannya kita terinspirasi untuk mengikuti jejak para atlet Indonesia dalam Asian Games 2018 atau minimal 5 besar," kata Bayu saat kegiatan pengambilan api obor Asian Para Games 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Jateng, Rabu (5/9/2018).

Pengambilan api

Rabu (5/9/2018), panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 atau Inapgoc melaksanakan kegiatan pengambilan api untuk api obor Asian Para Games 2018 di sumber Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Baca juga: Tim Gabungan Akan Amankan Kirab Obor Asian Para Games 2018 di Solo

Perwakilan Keraton Solo, Kanjeng Mas Ayu Arum berkesempatan menyulutkan kayu ke sumber api di Api Abadi Mrapen.

Nyala api di kayu itu lantas ditransmisikan ke dalam tinderbox yang telah disediakan.

Kanjeng Mas Ayu Arum selanjutnya menyerahkan tinderbox kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni. 

Sri Sumarni lalu menyerahkan tinderbox itu kepada Sekjen Inapgoc, Bayu Rahardian.

Api abadi Mrapen yang menyala di dalam tinderbox itu lantas diboyong menuju Solo oleh Bayu Rahardian dengan menumpang kendaraan roda empat diikuti rombongannya.

Pengambilan api untuk obor kejuaraan khusus atlet difabel ini mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat. 

Sejak pagi, ratusan warga memadati kawasan obyek wisata Api Abadi Mrapen untuk menyongsong kegiatan ini. Personel TNI dan kepolisian pun disiagakan di sejumlah titik lokasi.

Api dikirab

Sekjen Inapgoc, Bayu Rahardian, menjelaskan, api Asian Para Games 2018 yang diambil dari Mrapen selanjutnya dibawa ke Solo untuk dikirab di kota tersebut.

Beberapa kegiatan seremonial telah dipersiapkan. Masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

Setelah diarak di kota Solo, lentera api Asian Para Games 2018 akan dibawa ke Ternate. Selanjutnya di kota tempat Hari Olahraga Nasional (Haornas) diperingati itu, api akan dipindahkan ke tungku obor yang telah disiapkan. Selanjutnya akan dikirab seperti api Asian Games 2018 yang lalu.

Baca juga: Berbagai Persiapan Kepolisian Jelang Asian Para Games 2018

Dari Ternate, api selanjutnya akan dibawa ke Makassar, Bali, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang dan terakhir Jakarta.

"Mengapa api diambil di Mrapen? Tentunya ini adalah kesetaraan dengan kegiatan Asian Games 2018 yang juga mengambil api di tempat yang sama. Api abadi Mrapen adalah contoh semangat yang tak pernah padam. Jadi mulai hari ini adalah tahap akhir persiapan. Asian Para Games 2018 sudah dimulai pawai obor," kata Bayu.

Kompas TV Seusai perhelatan Asian Games, Indonesia bersiap menggelar Asian Para Games 2018.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com