Tim Gabungan Akan Amankan Kirab Obor Asian Para Games 2018 di Solo

Kompas.com - 05/09/2018, 12:06 WIB
Presiden Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, membawa obor dan lentera yang akan digunakan untuk kirab obor Asian Para Games 2018 yang ditemani dengan Presiden NPC Senny Marbun di Hotel Best Western, Solo, Selasa (4/8/2018). BOLASPORT.com/Aprelia WulansariPresiden Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, membawa obor dan lentera yang akan digunakan untuk kirab obor Asian Para Games 2018 yang ditemani dengan Presiden NPC Senny Marbun di Hotel Best Western, Solo, Selasa (4/8/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Polresta Surakarta menerjunkan 907 personel gabungan untuk ikut mengamankan jalannya kirab obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu (5/9/2018). Mereka berasal dari unsur TNI/ Polri, Satpol PP, Dishub dan Linmas.

Kirab obor Asian Para Games 2018 dimulai dengan pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu pagi. Api abadi selanjutnya dibawa ke Solo dan diinapkan semalam di Balai Kota Surakarta.

"Ada 907 personel gabungan yang kita terjun untuk ikut mengamankan sepanjang kawasan yang dilintasi kirab obor Asian Para Games 2018," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Wakapolresta) Surakarta, AKBP Andy Rifai di Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Tuan Rumah Asian Para Games 2018, Indonesia Utamakan Keamanan dan Kenyamanan

Api abadi dari Mrapen tiba di kantor pusat Nasional Paralympic Commitee (NPC) Jalan Ir Sutami Kentingan, Jebres, Solo sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya api abadi dikirab menggunakan kereta kencana menuju Jalan Ir Juanda (sampai warung pelem) - Jalan Jenderal Urip Sumoharjo.

Api abadi selanjurnya dibawa berjalan/lari dari Jalan Ir Juanda - Jalan Jenderal Urip Sumoharjo - Jalan Sudirman (putar balik) - Balai Kota Surakarta (finish).

Pembawa api abadi dalam kirab obor Asian Para Games 2018 terdiri dari kalangan pejabat, artis, pemangku budaya dan atlet yang berlaga di Asian Para Games 2018.

Baca juga: Ini Daftar Cabang Olahraga Asian Para Games 2018

"Ada sembilan titik estafet yang dilalui kirab obor Asian Para Games 2018. Estafet kirab obor dimulai dari perempatan Jalan Urip Sumoharjo (Warung Pelem) menuju Balai Kota," ungkap dia.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta Ari Wibowo menambahkan, rombongan pembawa api abadi Mrapen masuk perbatasan Solo dari Purwodadi sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan mobil.

"Penutupan arus lalu lintas (lalin) dilakukan secara bertahap ketika rombongan mendekati lokasi," kata dia.

Baca juga: Inapgoc Bicara soal Konsep Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018

Seperti diberitakan sebelumnya, api akan dibawa dengan menggunakan lentera yang akan digunakan untuk menyulut api di obor yang akan digunakan di kirab obor.

Kota pertama adalah Solo yang mengawali kirab obor Asian Para Games 2018 yang akan berakhir pada 30 September 2018 di Jakarta.

"Sebanyak 10 pembawa obor akan melakukan seremoni kirab obor, mulai dari atlet, tokoh daerah, hingga selebritas," tutur Ageng Nugroho, Divisi Seremoni Asian Para Games 2018.

Rencananya, sebanyak delapan kota akan menjadi tujuan pelaksanaan kirab obor.

Baca juga: INFOGRAFIK: Fakta Seputar Asian Para Games 2018

Kompas TV Sebanyak 18 cabang olahraga akan dipertandingkan, dengan 568 nomor olahraga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X