Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/08/2018, 14:49 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Fauziah Larasati (9), siswi Sekolah Dasar Negeri Nomor 37 Kampung Opas, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, dilarikan ke rumah sakit setelah menjalani vaksinasi Measles dan Rubella (MR).

Ayahanda Fauziah, Abdul Halim mengatakan, anaknya memperlihatkan gejala demam dan timbul sejumlah bercak merah di kaki.

"Demam membuat kondisinya tidak stabil. Saya putuskan bawa ke rumah sakit," kata Abdul Halim kepada Kompas.com, Kamis (30/8/2018).

Dia mengungkapkan, imunisasi dilakukan di sekolah pada 18 Agustus 2018 lalu. Dari sejumlah anak yang diimunisasi, hanya Fauziah Larasati yang belakangan memperlihatkan gejala demam.

"Saat demam tinggi beberapa hari lalu, kondisinya seperti orang lumpuh. Tak berdaya," ujarnya.

Baca juga: Per Agustus, 10.205 Anak di Asmat Sudah Imunisasi Campak, Rubella dan Polio

Namun saat ini, kondisi Fauziah terlihat mulai membaik. Ditemani ibunya, Fauziah terlihat bisa berjalan ke kamar mandi mengambil sampel urine. Selang infus masih terpasang di tubuhnya.

Petugas Jaga UGD RSUD Pangkal Pinang, dr Michael mengatakan, Fauziah Larasati masuk rumah sakit pada hari ini, Kamis (30/8/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

"Baru masuk tadi. Sekarang dalam perawatan tim medis. Masih dilacak (penyebab) sakitnya," kata Michael di ruang piket UGD.

Baca juga: Banyak Orangtua Takut, Imunisasi MR di Kepri Baru Terealisasi 23 Persen

Michael mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah sakit tersebut karena vaksin atau bukan.

Bukan karena vaksin MR

Sementara itu, Ketua Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) Bangka Belitung, Helfiani mengatakan, Fauziah Larasati kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Penyakit yang diderita Larasati tidak berkaitan dengan imunisasi MR.

"Ini sakitnya terkena bakteri sebelum dilakukan imunisasi. Ada bercak merah yang timbul itu bagian dari reaksi autoimun," jelasnya.

Kompas TV Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia akhirnya memutuskan vaksin Measles Rubella atau MR diperbolehkan untuk imunisasi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.