Hingga Minggu, Tercatat 401 Korban Tewas akibat Gempa Lombok - Kompas.com

Hingga Minggu, Tercatat 401 Korban Tewas akibat Gempa Lombok

Kompas.com - 13/08/2018, 07:07 WIB
Gempa susulan yang kembali mengguncang Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 13.25 Wita, menimbulkan kepanikan warga di Lombok Utara, NTB.dok. Kompas TV Gempa susulan yang kembali mengguncang Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 13.25 Wita, menimbulkan kepanikan warga di Lombok Utara, NTB.

LOMBOK UTARA, KOMPAS.com — Sepekan setelah gempa magnitudo 7,0 yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB), aktivitas gempa susulan terus terjadi dan korban tewas akibat gempa terus berjatuhan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) NTB mencatat, hingga Minggu (12/8/2018) jumlah korban tewas akibat gempa Lombok mencapai 401 orang. 

Rinciannya, di Kabupaten Lombok Utara terdapat 348 korban tewas, Lombok Barat 30 orang korban tewas, Kota Mataram 9 orang tewas, Lombok Timur 10 orang tewas, Lombok Tengah 2 orang tewas, dan Kota Lombok 2 orang tewas.

"Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa," kata Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum, Minggu. 

Baca juga: Korban Meninggal Dunia Gempa Lombok Jadi 392 Orang

BPBD mencatat, hingga Minggu korban luka-luka mencapai 1.353 orang. Rinciannya, sebanyak 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang.

Sementara itu, pengungsi sebanyak 387.067 orang yang tersebar di ribuan titik pengungsian. Sebaran dari pengungsi adalah di Kabupaten Lombok 198.846 orang, Lombok Barat 91.372 orang, Kota Mataram 20.343 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.

Kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. 

Terus bertambah

Khairil Anwar, Kepala Desa Gelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, pada Kompas.com mengatakan, pihaknya telah mendata jumlah korban yang meninggal di desanya.

“Sekarang sedang tercatat lebih dari 20 warga saya yang meninggal, sebelumnya tidak terdata tapi sekarang sudah terdata,” katanya.

Khairil termasuk korban luka yang mengalami luka dan memar di bagian pinggangnya karena rumahnya roboh akibat gempa.

Baca juga: Darurat Gempa Lombok, Rumah Sakit Sementara Dibangun dalam 2 Minggu

 

“Tempat kami sekarang belum bisa listrik menyala. Warga masih menggunakan penerangan seadanya. Ada yang pakai genset,” kata kepala desa yang kantornya hancur akibat gempa tersebut. 

Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani pada Minggu malam mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pascagempa magnitudo 7 SR yang terpusat di Lombok Utara. 

“kami sudah melakukan pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas. Pendataan dan verifikasi rumah diprioritaskan agar terdata jumlah kerusakan rumah dengan nama pemilik dan alamat mereka,“ kata Faisal.

Faisal menjelaskan bahwa Bantuan logistik terus didistribusikan kepada pengungsi. Menurut dia saat ini bantuan, baik logistik maupun relawan terus berdatangan ke Lombok. Namun, yang menjadi persoalan adalah terbatasnya jumlah kendaraan untuk mengangkut penyaluran bantuan.

Berbagai upaya terlah dilakukan guna mempercepat distribusi bantuan yaitu mengerahkan relawan, camat memobilisasi para lurah dan kepada desa di daerahnya untuk mendata dan mendistribusikan logistik kepada warganya yang mengungsi, kendaraan operasional SKPD digunakan untuk mendistribusikan bantuan. 

Baca juga: 553 Sekolah Rusak akibat Gempa Lombok, Siswa Belajar di Tenda

Distribusi bantuan dari Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Tanjung Lombok Utara dilakukan berdasarkan permintaan koordinator pengungsi atau masyarakat yang meminta bantuan melalui call center Posko.

“Kami telah siapkan 2.000 pasukan TNI yang siap membantu warga, apa yang mereka butuhkan TNI siap membantu, jadi di setiap desa kami sudah siapkan anggota,” kata Faisal.

Telah disiapkan juga tim untuk melakukan pemeriksaan ditiap tiap pemukiman warga apakah ada mereka yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan, anjing pelacak juga akan dikerahkan.

Menurut Faisal jika semua sudah dipastikan bersih, maka pihaknya bisa langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan reruntuhan bangunan dan sekaligus merobohkan bangunan yang tak layak lagi.  

"Jumlah korban diprediksi akan terus bertambah, saat ini saja telah mencapai 401 korban meninggal dunia," kata Faisal. 

Kompas TV Air bersih menjadi kebutuhan utama para pengungsi korban gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X