5 Berita Terpopuler Nusantara, dari Korban Selamat Pesawat Dimonim hingga Kematian Siswa Polisi - Kompas.com

5 Berita Terpopuler Nusantara, dari Korban Selamat Pesawat Dimonim hingga Kematian Siswa Polisi

Kompas.com - 13/08/2018, 05:30 WIB
Jumaidi, korban selamat yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Dimonim Air, di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon, Papua, Minggu (12/8/2018) pagi sekitar pukul 08.45 WIT.KOMPAS.com/ISTIMEWA Jumaidi, korban selamat yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Dimonim Air, di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon, Papua, Minggu (12/8/2018) pagi sekitar pukul 08.45 WIT.

KOMPAS.com - Perstiwa jatuhnya pesawat Dimonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk, Aerambakon menjadi topik hangat yang diikuti pembaca Kompas.com kemarin.

Selain itu, surat untuk ibunda Jokowi untuk dari seorang anak di Sukoharjo juga menjadi paling banyak dibaca. Isi surat tersebut terkait permohonan pembebebasan sang ayah karena  turut serta dalam aksi protes pencemaran udara dari pabrik RUM di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Lalu, kematian Celvin Novantino (19), Siswa Diktuba TA 2018 Sekolah Polisi Negara (SPN) Tanjungbatu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) saat mengikuti proses pendidikan kepolisian, juga menjadi topik hangat.

Berikut lima berita terpopuler Nusantara di Kompas.com:

1. Remaja 12 tahun ditemukan selamat saat kecelakaan pesawat di Gunung Menuk

Bangkai pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon, Sabtu (11/8/2018).
KOMPAS.com/Istimewa Bangkai pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon, Sabtu (11/8/2018).

Jumaidi, bocah berusia 12 tahun, selamat dalam musibah jatuhnya Pesawat Dimonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon, Papua, Minggu (12/8/2018)

Tim SAR segera membawa Jumaidi ke RSUD Oksibil untuk segera mendapatkan perawatan

"Sementara untuk delapan korban meninggal dunia saat ini masih dalam proses evakuasi," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Minggu (12/8/2018).

Keajaiban yang dialami Jumaidi menjadi perhatian bagi para pembaca Kompas.com kemarin.

Pesawat seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pukul 14.30 WIT. Namun, hingga pukul 15.00 WIT pesawat tak kunjung mendarat.

Dari data tercatat korban selamat adalah 1. Jumaidi (penumpang). Sementara untuk korban meninggal dunia adalah: 1. Lessie (pilot) 2. Wayan Sugiarta (kopilot) 3. Sudir Zakana (penumpang) 4. Martina Uropmabin (Penumpang) 5. Hendrikus Kamiw (penumpang) 6. Lidia Kamiw (penumpang) 7. Jamaludin (penumpang) 8. Naimus (penumpang)

Baca berita selengkapnya di sini

2. Ledakan keras terdengar sebelum peristiwa kecelakaan pesawat

Proses evakuasi korban pesawat jatuhKOMPAS.com/istimewa Proses evakuasi korban pesawat jatuh

Sebelum dikabarkan pesawat Dimonim Air PK-HVQ hilang kontak, masyarakat Kampung Okatem, Oksibil mendengar ledakan keras, Sabtu (11/8/2018).

Ledakan keras yang didengar masyarakat itu kemudian dilaporkan petugas Bintara pembinanaan dan keamanan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas).

"Tadi masyarakat sempat laporkan ke Bhabinkamtibmas kami kalau ada dengar ledakan keras. Untuk titik koordinat ledakan itu kami belum mengetahui pasti," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com.

Sebelumnya, Pesawat Dimonim Air PK-HVQ, Tipe PAC 750XL milik PT Martha Buana Abadi yang membawa tujuh penumpang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Sabtu (11/8/2018)

Baca berita selengkapnya di sini

3. Siswa calon polisi meninggal saat proses pendidikan kepolisian

Pembunuhan.Thinkstock Pembunuhan.

Celvin Novantino (19), Siswa Diktuba TA 2018 Sekolah Polisi Negara (SPN) Tanjungbatu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) meninggal saat mengikuti proses pendidikan kepolisian.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan, Celvin meninggal karena kelelahan saat mengikuti proses pendidikan. Hal itu disampaikan Erlangga sekaligus membantah isu bahwa Calvin tewas karena dianiaya sejumlah seniornya.

"Tidak benar informasi tersebut, tidak bisa dipertanggungjawabkan informasi tersebut, yang benar itu korban tewas karena kelelahan mengikuti proses pendidikan kepolisian," kata Erlangga, Sabtu (11/8/2018).

Baca berita selengkapnya di sini

4. Surat untuk ibunda Jokowi

Surat yang ditulis oleh Genta (13) untuk Ibunda Joko Widodo, Sudjiatmi, berisi tentang keinginannya agar ayahnya, Sukemi dibebaskan dari penjara.Veny Ike Anjarwati Surat yang ditulis oleh Genta (13) untuk Ibunda Joko Widodo, Sudjiatmi, berisi tentang keinginannya agar ayahnya, Sukemi dibebaskan dari penjara.

Limbah pabrik serat rayon oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo, Jawa Tengah, sejak Oktober tahun lalu, telah mengganggu warga.

Aksi demo warga pun berujung penangkapan sejumlah aktivis oleh aparat kepolisian. Salah satu aktivis yang ditangkap adalah Sukemi, seorang buruh tani asalh Sukoharjo.

Sukemi divonis hukuman penjara selama 2 tahun 3 bulan dalam sidang yang digelar Selasa (7/8/2018). Sukemi saat ini mendekam di Lapas Kedungpane, Semarang sejak Maret 2018.

Genta, salah satu anak Sukemi, merasa ayahnya bukanlah seorang penjahat yang harus dipenjara. Genta pun menulis sebuah surat dengan tulisan tangan yang ia tujukan kepada ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi.

Isi surat Genta tersebut pun menjadi perhatian pembaca dan warganet.

Baca berita selengakapnya di sini

5. Aparat Sipil negara beli senjata dari Timor Leste

Senapan AK-47Thinkstockphotos.com Senapan AK-47

Aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT, mengamankan seorang aparatur sipil negara ( ASN) berinisial JAB dan seorang warga Kota Kupang, lainnya yang berinisial JHM.

Pasalnya, keduanya menyimpan sejumlah senjata api laras panjang yang dibeli dari Timor Leste.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes, Yudi Sinlaeloe, segera mengamakan kedua oknum tersebut.

"Kepemilikan senjata api tersebut, keduanya mengakui mendapatkan pucuk senjata api dengan cara membeli dari masyarakat Timor Leste, dan penggunaannya hanya khusus untuk berburu binatang," sebut Yudi di Kupang, Sabtu (11/8/2018).

Namun pengakuan itu lanjut Yudi, belum langsung dipercayai oleh pihaknya, sehingga masih melakukan pengembangan terhadap kepemilikan senjata serta tujuannya yang melakukan transaksi jual beli senjata.

"Terutama terhadap seorang ASN tersebut," kata Yudi.

Baca berita selengkapnya di sini

 



Close Ads X