Kompas.com - 09/08/2018, 21:38 WIB
Wakapolres Bantul, Kompol Mariska Fendi Susanto (tengah) menunjukkan Barang Bukti kasus Penganiyaan Penonton Sepakbola di Stadion Sultan Agung Bantul beberapa waktu  lalu, saat Jumpa Pers di Mapolres Bantul, Kamis (9/8/2018) Kompas.com/Markus YuwonoWakapolres Bantul, Kompol Mariska Fendi Susanto (tengah) menunjukkan Barang Bukti kasus Penganiyaan Penonton Sepakbola di Stadion Sultan Agung Bantul beberapa waktu lalu, saat Jumpa Pers di Mapolres Bantul, Kamis (9/8/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bantul, Yogyakarta, mengungkap motif pengeroyokan empat orang penonton sepak bola di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada Kamis (26/7/2018) lalu, yang menyebabkan Muhammad Iqbal Setyawan, warga Bantul, tewas.

Wakapolres Bantul, Kompol Mariska Fendi Susanto menduga pengeroyokan itu dipicu fanatisme berlebihan para pelaku terhadap tim yang didukungnya.

Para pelaku antara lain Wahyu Timur Pribadi (19), Lutfan Gian Firdaus (21) yang berstatus mahasiswa, Muhammad Thoriq Suwandaru (21), dan Rizki Andriyanto (22). Keempatnya adalah warga Bantul.

Lalu Ferdyansyah Dwiki Kurniawan (22) dan Hawinta Akhsani Taqwim (22), keduanya berstatus mahasiswa asal Kota Yogyakarta.

"Terlalu fanatik atau gimana. Meluapkan dengan cara yang salah," kata Mariska dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Kamis (9/8/2018).

Seusai menyaksikan laga PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman, para tersangka lantas melakukan sweeping di pintu timur SS Bantul. Saat melihat gawai korban terdapat stiker klub sepak bola, mereka lantas melakukan penganiayaan.

"Jadi setelah mereka (pelaku) melakukan sweeping menemukan korban ini. Para tersangka memeriksa atribut maupun memeriksa Hp korban," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pengeroyok Penonton Bola di Bantul Dijerat Pasal Perlindungan Anak

Mariska mengatakan, penganiayaan itu dilakukan spontan sehingga menyebabkan empat orang penonton terluka. Satu di antaranya meninggal dunia, yakni Muhammad Iqbal Setyawan (meninggal dunia).

Sedangkan Edy Nugroho dan Ahmad Sidiq terluka parah hingga kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit, dan seorang korban selamat bernama Angga.

"Hanya spontanitas mengetahui korban itu ada indikasi dia suporter lawan akhirnya secara spontan mereka (menganiaya). Kebanyakan tangan kosong," imbuh dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.