Pemda Bima Buka Posko Tanggap Darurat untuk Korban Gempa Lombok

Kompas.com - 06/08/2018, 21:24 WIB
Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri menginstruksikan semua kepala OPD untuk menunjukkan kepedulian dengan membantu korban yang tertimpa bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). KOMPAS.com/Syarifudin Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri menginstruksikan semua kepala OPD untuk menunjukkan kepedulian dengan membantu korban yang tertimpa bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

BIMA, KOMPAS.com - Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri menginstruksikan semua kepala OPD menunjukkan kepedulian dengan membantu korban yang tertimpa bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB).

"Instruksi ini kemudian ditindaklanjuti oleh para kepala OPD, pejabat eselon, dan staf dengan mengumpulkan sumbangan, hingga siang tadi sudah terkumpul Rp 32 juta lebih untuk diserahkan kepada korban," kata Kasubag Informasi dan Pemberitaan Humas Pemda Bima, Zainuddin, Senin (6/8/2018).

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bima melalui BPBD telah membuka posko tanggap bencana di kantor setempat.

"Posko ini siap menerima bantuan dan mengantarkan logistik melalui Tim Reaksi Cepat BPBD kepada korban gempa di Lombok," ujarnya.

Baca juga: Data Sementara Pascagempa Lombok: 2.700 Wisatawan Dievakuasi dari 3 Gili

Merespons bencana gempa bumi di Lombok, lanjut Zainuddin, tim Tagana memberangkatkan 1 unit mobil rescue dan 1 unit mobil dapur umum lapangan (Dumlap) dengan 20 personel.

"Insya Allah, Selasa pagi (7/8/2018), Bupati Bima beserta OPD terkait akan meninjau korban dan langsung menyerahkan bantuan tanggap bencana kepada para korban," ucapnya.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X