Terduga Teroris yang Ditangkap di Karanganyar Jarang Bersosialisasi dengan Warga

Kompas.com - 15/06/2018, 00:21 WIB
Tim gabungan dari Densus 88 dan aparat polisi setempat tampak bersiap masuk ke lokasi untuk menggeledah rumah terduga teroris berinisial Z di Kampung Serangan, Kelurahan Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018) malam. KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Tim gabungan dari Densus 88 dan aparat polisi setempat tampak bersiap masuk ke lokasi untuk menggeledah rumah terduga teroris berinisial Z di Kampung Serangan, Kelurahan Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018) malam.

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Terduga teroris berinisial Z yang tinggal bersama mertuanya di Dusun Serangan, Desa Bulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, disebut jarang bersosialisasi dengan warga.

Z juga disebut jarang keluar rumah. Hal ini disampaikan Ketua RT 001, Dusun Serangan, Desa Bulukan, Hartono, kepada wartawan di lokasi penangkapan, Kamis ( 14/6/2018).

"Iya, jarang bertemu warga," kata Hartono.

Hartono mengatakan Z sudah resmi menjadi warga Desa Bulukan. Sebelum menikahi warga Desa Bulukan, Z disebut tinggal di Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga: Densus Bekuk Terduga Teroris di Colomadu-Karanganyar Kamis Malam Ini

Suparno, tetangga lainnya mengatakan, warga mengetahui Tim Densus 88 menangkap Z setelah mendengar letusan senjata api. "Suaranya dor...dor...jadi saya langsung keluar dari rumah," ujar Suparno. 

Suparno menyebut, saat keluar dari rumah ia menyaksikan kakak ipar Z yang berinsial I, terluka. Diduga, I mengalami luka setelah tim gabungan hendak menangkap Z. 

Suparno juga mengamini Z jarang bergaul dengan warga. Z tinggal di Serangan setelah menikahi wanita setempat.

Baca juga: 5 Terduga Teroris di Blitar Berencana Serang Sejumlah Bank

"Orangnya jarang bicara. Kalau keluarganya seperti warga lainnya," ujar Suparno. 

Sebelumnya diberitakan, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap seorang terduga teroris di Serangan, Kelurahan Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018) malam ini, bertepatan dengan malam takbiran.


Terkini Lainnya

Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Megapolitan
2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

Regional
Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Megapolitan
Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Regional
Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Regional
Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Megapolitan
Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Internasional
Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Regional
JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

Megapolitan
6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

Nasional
Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

BrandzView
Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan 'Seat Belt'

Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan "Seat Belt"

Regional
BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

Regional
CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

Regional
Lagi, Murid 'Bullying' Gurunya Sendiri di Jakarta

Lagi, Murid "Bullying" Gurunya Sendiri di Jakarta

Megapolitan

Close Ads X