Seorang Pemuka Agama Ditangkap karena Diduga Bunuh Anak Angkatnya

Kompas.com - 01/06/2018, 07:15 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

MEDAN, KOMPAS.com - Sempat menjerit minta tolong dan didengar warga, namun nyawa Rosalia Cici Maretini Siahaan (21) tak tertolong lagi.

Dia ditemukan tewas di belakang Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) Tanjungmorawa, dengan luka parah di kepala pada Kamis (31/8/2018).

Korban adalah jemaah aktif gereja tersebut, dan dia juga anak angkat dari Pendeta Anderson Kembaren (50).

Di bagian belakang rumah ibadah yang berada di Jalan Kebun Sayur Gang Pendidikan Dusun XII, Desa Limaumanis, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara itu, tinggal Anderson beserta keluarganya dan juga korban.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman yang dikonfirmasi, membenarkan terjadinya dugaan pembunuhan terhadap korban.

Namun dia enggan menjelaskan motif pelaku dengan alasan masih dilidik dan menunggu hasil visum korban yang saat ini berada di RS Bhayangkara Medan.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Bocah Perempuan Dalam Karung

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti alu dari kayu yang diduga digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.

Seorang saksi berinisial LP mengatakan, sekitar pukul 11.30 WIB, warga yang tinggal di sekitar mendengar teriakan minta tolong dari arah belakang gereja.

“Kami dengar teriakan minta tolong dari belakang gereja, tapi kami takut mendekat,” katanya.

Tak lama, lanjut LP, terlihat Anderson keluar dan langsung menggembok gerbang. Sambil tersenyum, Anderson menyapa warga lalu mengatakan hendak membeli nasi.

"'Sebentar, ya aku beli nasi dulu', Gitu katanya sama kami. Pas kami tanya suara siapa yang minta tolong tadi, katanya suara kucing,” katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X