Tangis Dedit Pecah Setelah Sadar Jasad di Hadapannya Adalah Anak dan Istrinya

Kompas.com - 30/05/2018, 20:55 WIB
Dedit Prasetyo (kiri) menangis di pundak kerabatnya di kamar jenazah RSU dr Soetomo SurabayaKOMPAS.com/Achmad Faizal Dedit Prasetyo (kiri) menangis di pundak kerabatnya di kamar jenazah RSU dr Soetomo Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Tangis Dedit Prasetyo sontak pecah ketika melihat jenazah istri dan putrinya di kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (30/5/2018) sore.

Dia hendak menghampiri jenazah yang sudah dibungkus kain kafan dan plastik itu, namun ditahan oleh kerabat yang mendampinginya.

Sore itu, jenazah istrinya, Tina Rismayanti dan anak pertamanya, Rizki Bintang Pratama yang baru berusia 3 bulan keluar dari ruang pembersihan dan masuk ke ruang verifikasi jenazah.

Kedua jenazah itu dibungkus menjadi satu, dengan posisi jenazah bayi tepat di samping jasad ibunya.

Semula Dedit tidak sadar bahwa jenazah yang lewat di hadapannya itu adalah anak dan istrinya. Namun setelah petugas kamar mayat menyebut bahwa jenazah itu bernama Tina, Dedit sontak berdiri dan akan menghampirinya.

Namun petugas kamar jenazah melarangnya. Petugas hanya meminta salah satu kerabat Dedit untuk melihat wajah jenazah guna memastikan bahwa keduanya memang istri dan anak Dedit.

Baca juga: Bayi Dilempar dari Lantai 2 dalam Kebakaran Rumah Kos yang Tewaskan 8 Orang

Pria 30 tahun asal Blitar, Jawa Timur, itu memang terlihat kacau. Kedua matanya sembab karena kurang tidur. Sejak Selasa malam, dia terus menunggu perkembangan informasi jenazah istri dan putranya di kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya.

"Katanya bisa pulang malam sore ini," kata Dedit.

Dedit mengisahkan, sebelum kejadian dia sempat pulang ke rumah kos di Jalan Kebalen Kulon II Nomor 9, Surabaya, itu.

"Biasanya pulang 2 hari sekali, tapi kemarin memang pulang sebentar karena mendengar kabar anak saya rewel. Karena ada waktu luang saya pulang sebentar," jelasnya.

Saat terakhir bersama keluarganya, Dedit sempat makan siang bersama istrinya. Saat akan berangkat, seperti hari-hari biasanya, Dedit mencium kening istri dan putranya.

Pria yang bekerja serabutan di kawasan jalan Kertajaya, Surabaya, itu menyesal karena pertemuan dengan istri dan bayinya kemarin siang adalah yang terakhir.

"Tidak ada firasat apa-apa," ucapnya lirih.

Setelah beberapa saat berada di tempat kerja, baru dia mendapat kabar bahwa tempat kosnya terbakar. Sesampai di lokasi, dia mendapat kabar bahwa istri dan anaknya dibawa ke Rumah Sakit PHC Tanjung Perak. Namun setelah dicek, mereka tidak ada. Lalu dia mencari ke Rumah Sakit Suwandhie, namun nihil.

Baca juga: Rumah Kos 2 Lantai Terbakar di Surabaya, 8 Penghuni Tewas Terjebak

Setelah kembali lagi ke lokasi rumah kos, dia baru mengetahui bahwa istri dan anaknya masih di dalam rumah kos.

"Setelah itu saya baru sadar bahwa istri dan anak saya terjebak di dalam kamar," ucapnya.

Selain istri dan anak Dedit, 6 penghuni kost juga meninggal karena terjebak di dalam kamar kos 2 lantai itu. Empat penghuni lagi dirawat karena mengalami luka, dan 8 lainnya selamat.

Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran di rumah kos bekas studio musik itu.



Terkini Lainnya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional
Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Regional
Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Regional

Close Ads X