Polisi Sukabumi Ringkus 4 Tersangka Pengedar Miras Oplosan

Kompas.com - 10/04/2018, 22:56 WIB
Kepala Polres Sukabumi, AKBP Nasriadi (tengah) memperlihat barang bukti bahan-bahan minuman keras oplosan saat konferensi pers di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOKepala Polres Sukabumi, AKBP Nasriadi (tengah) memperlihat barang bukti bahan-bahan minuman keras oplosan saat konferensi pers di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Polres Sukabumi menangakap empat warga tersangka jaringan penjual minuman keras (miras) oplosan di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Keempat orang ini diciduk menyusul belasan warga masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu setelah menenggak miras oplosan. Enam korban di antaranya meninggal.

Para tersangka tercatat sebagai warga Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, masing-masing GS alias Bento (57), RS (35), H alias Ucok (37) dan RF alias Rio (35). Selain itu terdapat dua pelaku lainnya yang masih dalam perburuan, yaitu B dan A

"Para tersangka ini hasil pengembangan dari sejumlah korban yang kami mintai keterangan. Mereka sudah terbiasa membeli kepada mereka," kata Kepala Polres Sukabumi, AKBP Nasriadi dalam konferensi pers di Polres Sukabumi, Selasa(10/4/2018).

Baca juga : Korban Miras Oplosan di Sukabumi Masuk Rumah Sakit sejak Sabtu Malam

Dia menuturkan, para tersangka ini menjual miras oplosan secara sembunyi-sembunyi kepada pelanggan. Begitu juga meracik berbagi bahan hingga menjadi miras oplosan di lokasi perkampungan yang jauh dari permukiman.

"Para tersangka ini mempunyai peranannya masing-masing. Ada yang sebagai penyedia biang miras, peracik dan penjualnya," tutur dia.

Nasriadi mengatakan, perkara penjualan miras oplosan hingga mengakibatkan adanya warga yang meninggal dunia masih terus diselidiki dan dikembangkan. Pihaknya juga akan mengirimkan barang bukti ke laboratorium forensik untuk mengetahui kandungan zat kimianya.

"Kami juga masih menunggu hasil otopsi dari korban yang meninggal dunia untuk mengetahui penyebab kematiannya," katanya.

Baca juga : Usai Pesta Miras, Dua Warga Tewas dan Empat Dirawat di Rumah Sakit Sukabumi

Atas perbuatannya, lanjut dia, para tersangka dapat dijerat pasal 204 ayat 1 dan 2 KUHP, ayat 359 KUHP dan pasal 136 huruf b jouncto pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Ancamannya hukuman penjara selama 20 tahun.

Barang bukti yang disita di antaranya 35 kantong miras oplosan double G (GG), 1 buah jeriken plastik berisi miras oplosan GG, minuman ringan bersoda, serbuk minuman suplemen energi, serbuk minuman perasa buah, biang wiski dan tiner.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal E-KTP Tak Kunjung Jadi, Perempuan Ini Ngamuk Sambil Bawa Pisau

Kesal E-KTP Tak Kunjung Jadi, Perempuan Ini Ngamuk Sambil Bawa Pisau

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kontak Senjata di Depan Kantor Bupati Intan Jaya | Ajudan Gubernur Maluku Aniaya Petugas Bandara

[POPULER NUSANTARA] Kontak Senjata di Depan Kantor Bupati Intan Jaya | Ajudan Gubernur Maluku Aniaya Petugas Bandara

Regional
Gara-gara Utang Judi Game Online Rp 766 Juta, Jefri Diculik dan Dianiaya hingga Tewas, Ini Kronologinya

Gara-gara Utang Judi Game Online Rp 766 Juta, Jefri Diculik dan Dianiaya hingga Tewas, Ini Kronologinya

Regional
Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Regional
Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Regional
Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Regional
Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Regional
Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Regional
Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Regional
Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X