Dorong Sepeda Motor Satu Kilometer, Ratusan Mahasiswa di Padang Minta Harga BBM Turun

Kompas.com - 05/04/2018, 06:21 WIB
Ilustrasi bahan bakar minyak bersubsidi KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi bahan bakar minyak bersubsidi

PADANG, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) ke kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (4/4/2018).

Para mahasiswa ini mendorong sepeda motornya dari Pasar Raya Padang menuju kantor gubernur yang berjarak lebih kurang satu kilometer. Aksi mendorong sepeda motor ini sebagai simbol para mahasiswa tidak mampu untuk membeli BBM.

Dalam unjuk rasa tersebut, para mahasiswa memiliki tiga tuntutan, yaitu agar pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar bersubsidi, mendesak pemerintah pusat menurunkan harga BBM bersubsidi, dan meminta menurunkan pajak bahan bakar kendaraan bermotor menjadi lima persen.

“Aksi ini sebagai bentuk penyambung lidah rakyat yang kesulitan membeli BBM. Masyarakat harus membeli bahan bakar non-subsidi dengan harga lebih mahal. Kami minta pemerintah mengawasi dan menjaga ketersediaan BBM bersubsidi agar tepat sasaran dalam pemanfaatannya," kata Faizil Putra, koordinator aksi.

Baca juga: Harga BBM di Seko Rp 22.000 per Liter, Pertamina Angkat Bicara

Aksi itu sempat sedikit ricuh karena mahasiswa yang ingin masuk ke kantor gubernur dilarang oleh polisi sehingga terjadi dorong-dorongan.

Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama setelah beberapa perwakilan aksi diperbolehkan masuk ke dalam kantor gubernur.

Para pengunjuk rasa yang ingin bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno hanya diwakili oleh beberapa kepala dinas.

Adapun Irwan Prayitno tidak berada di tempat karena sedang mengikuti agenda dengan DPRD Sumbar.

“Terdapat dua kesepakatan setelah terjadi dialog dengan perwakilan pemerintahan Sumbar, yaitu Pemprov berjanji mengupayakan penambahan kuota premium dan biosolar. Yang kedua, melakukan pengawasan premium dengan berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan Hiswana Migas. Jika sekadar janji, kami kembali menggelar aksi," ujar Faizil.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Dorong Sepeda Motor dan Segel Kantor Pertamina

Kompas TV Reserse dan Kriminal Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyita 1.500 liter bahan bakar minyak jenis solar yang diduga merupakan hasil penimbunan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X