Jelang Paskah, Sivitas Akademika Unika Soegijapranata Semarang Dibasuh Kakinya

Kompas.com - 29/03/2018, 21:36 WIB
Pastor Kepala Reksa Pastoral Kampus Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Aloysius Budi Purnomo Pr, membasuh kaki Rektor Ridwan Sanjaya sebelum perayaan Paskah. Dok. Unika SemarangPastor Kepala Reksa Pastoral Kampus Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Aloysius Budi Purnomo Pr, membasuh kaki Rektor Ridwan Sanjaya sebelum perayaan Paskah.

SEMARANG, KOMPAS.com – Menjelang perayaan Paskah, Pastor Kepala Reksa Pastoral Kampus Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Aloysius Budi Purnomo Pr, membasuh kaki keluarga besar sivitas akademika Unika Semarang.

Kepala Hubungan Antar Agama Keuskupan Agung Semarang itu pun tak sungkan membasuh kaki Rektor Unika Ridwan Sanjaya hingga staf rektorat kampus itu.

Pembasuhan kaki itu dilakukan untuk merayakan liturgi Kamis Putih, atau perayaan sebelum Paskah. Pembasuhan pertama dilakukan kepada pimpinan rektorat, kemudian para staf, para sopir, petugas sekuriti, hingga mahasiswa setempat. 

Terkait pembasuhan kaki, Romo Budi mengatakan bahwa itu bentuk wujud ajakan untuk mengembangkan Unika. Pembasuhan secara bersama-sama juga dilakukan untuk menghilangkan diskriminasi dan lebih untuk melayani.

Baca juga: Perayaan Paskah, Polisi Amankan Gereja hingga Tempat Rekreasi

Pembasuhan kaki itu ternyata tidak hanya dilakukan bagi mereka yang beragama katolik. Warga non-Katolik juga turut dibasuh kakinya.

“Saya terangkan bahwa ini bukan bentuk baptisan, tetapi ini bentuk pelayanan. Ucapan terima kasih dan dukungan saya kepada semuanya supaya semua keluarga besar Unika semakin diberkati,” ujar Romo Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (29/3/2018).

Kegiatan pembasuhan itu, sambung Budi, dilakukan tanpa ingar-bingar sehingga tidak banyak diketahui. Ketika pembasuhan dilakukan, mayoritas yang dibasuh merasa kaget.

Namun, setelah menerangkan maksudnya, mereka rata-rata menerima pembasuhan itu.

“Mereka menerima kegiatan yang saya lakukan, meskipun dengan rasa kaget dan heran. Ada yang menangis terharu,” ucapnya.

Baca juga: Obor Paskah 2018 Melintas di Poso

Salah satunya yang dibasuh itu adalah Benediktus Danang Setianto, salah satu wakil rektorat Unika. Danang mengaku kaget karena pastor kepala itu tiba-tiba datang beserta dua asistennya ke ruang kerja dengan membawa air, baskom, dan handuk.

“Ini baru pertama kali kaki saya dibasuh di luar perayaan ekaristi. Saya merasa kaget dan terharu karena tidak membayangkan seorang Romo akan datang ke ruang kerja saya untuk membasuh kaki,” kata Danang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Regional
Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X