Survei "Kompas": Pilkada Jatim, Elektabilitas Khofifah dan Gus Ipul Hanya Selisih 0,5 Persen - Kompas.com

Survei "Kompas": Pilkada Jatim, Elektabilitas Khofifah dan Gus Ipul Hanya Selisih 0,5 Persen

Kompas.com - 12/03/2018, 09:26 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018, (ki-ka) Saifullah Yusuf, Puti Soekarnoputri,  Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Studio Kompas TV, Rabh (7/3/2018).KOMPAS.com/Wisnu Nugroho Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018, (ki-ka) Saifullah Yusuf, Puti Soekarnoputri, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Studio Kompas TV, Rabh (7/3/2018).

KOMPAS.com — Jelang Pilkada Jawa Timur 2018, persaingan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di daerah ini kian ketat.

Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (12/3/2018) menunjukkan, selisih tingkat keterpilihan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak dengan pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno amat tipis, yaitu hanya 0,5 persen.

Khofifah-Emil memperoleh elektabilitas 44,5 persen, sedangkan Saifullah-Puti 44,0 persen.

Tipisnya selisih tingkat keterpilihan ini diperkirakan karena kedua pasangan calon memiliki basis massa yang relatif sama, yaitu warga Nahdlatul Ulama (NU).

Laporan lengkap Litbang Kompas ini bisa dibaca di harian Kompas yang terbit hari ini, Senin (12/3/2018) berjudul "Kristalisasi Dua Sosok".

(Baca juga: Ketika Kapolri Memotong Rambut Bayi Tito Karnavian...)

Selain itu, keduanya juga mendapatkan perhatian besar dari pemilih karena baik Khofifah maupun Saifullah sama-sama populer dalam bidang masing-masing.

Dengan perhitungan toleransi kesalahan pengambilan sampel penelitian (sampling error) sebesar +/- 3,46 persen, Kompas mencatat, selisih tipis ini masih membuka kemungkinan besar keduanya menang.  

Selisih tingkat elektabilitas yang amat tipis juga pernah terjadi pada Pilkada Jawa Timur 2008. Dari lima pasangan calon peserta pilkada, tidak ada pasangan yang perolehan suaranya lebih dari 30 persen.

Pasangan Soekarwo-Saifullah hanya meraih 26,44 persen suara pada putaran pertama, sedangkan pasangan Khofifah-Mudjiono mendulang 24,82 persen suara.

Sementara itu, pada putaran kedua, Soekarwo-Saifullah mendapat 50,20 persen suara dan pasangan Khofifah-Mudjiono memperoleh 49,80 persen suara.

(Baca juga: Kisah Mas Rinto, Tukang Bakso Berdasi yang Terinspirasi James Bond)

Pilkada dilakukan dua putaran serta sengketa dan pemungutan suara ulang dilakukan di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang, Madura.

Kondisi serupa bisa jadi terulang dalam Pilkada Jatim 2018.

Pemilihan gubernur tahun ini sama-sama merupakan pemilihan kali ketiga yang diikuti oleh Khofifah dan Gus Ipul. Pada Pilkada 2008 dan 2013, Khofifah menjadi calon gubernur, sedangkan Saifullah menjadi calon wakil gubernur. Tahun ini, mereka sama-sama maju sebagai calon gubernur.

 
*Simak selengkapnya artikel yang ditulis Yohan Wahyu/Litbang Kompas berjudul Kristalisasi Dua Sosok  yang diterbitkan di harian Kompas hari Senin (12/3/2018). Anda juga bisa menyimak berita ini di Kompas.id. 

Kompas/Foto: NUT/SET, Infografik: NOVAN Infografik Survei Litbang Kompas Elektabilitas Pasangan Calon di Pilkada Jawa Timur

 

 

 


Kompas TV Pasangan Khofifah-Emil Dardak tiba di KPU Jawa Timur, Rabu (10/1) siang, ditemani para pendukungnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Megapolitan
Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Megapolitan
Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

Nasional
Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Internasional
Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Megapolitan
Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

Regional
Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Megapolitan
Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Regional
Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Nasional
Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Edukasi
Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Megapolitan
Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
KM Sinar Bangun Tenggelam, YLKI Minta Syahbandar Dipidana

KM Sinar Bangun Tenggelam, YLKI Minta Syahbandar Dipidana

Nasional
HUT DKI, Ketua DPRD Berharap Hubungan dengan Anies-Sandi Membaik

HUT DKI, Ketua DPRD Berharap Hubungan dengan Anies-Sandi Membaik

Megapolitan

Close Ads X