Di Tanah Ambles Gunung Kidul, Warga Bisa Gunakan Sampah untuk Tutup Lubang

Kompas.com - 06/03/2018, 16:30 WIB
Petugas BPBD Gunung Kidul melakukan pemeriksaan lubang di lahan milik Sakino di Dusun Pringwulang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong. Kompas.com/Markus YuwonoPetugas BPBD Gunung Kidul melakukan pemeriksaan lubang di lahan milik Sakino di Dusun Pringwulang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengeluarkan rekomendasi terkait tanah ambles yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu rekomendasinya yaitu membiarkan masyarakat membuang sampah dalam lubang, tetapi bukan sampah yang bisa mencemari sungai bawah tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edi Basuki menyampaikan, ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi yang sudah melakukan penelitian tanah ambles di Dusun Serpeng, Desa Pacerojo, Kecamatan Semanu, dan Pringluwang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong.

Diharapkan masyarakat agar tidak mendekati lubang. Jenis amblesan di Serpeng berupa dropout doline dengan adanya kenampakan longsoran di tebing-tebingnya.

Luasnya diperkirakan 1 hektar-1,5 hektar dengan panjang 80 meter-dan lebar 100 meter dan berkedalaman 20 meter-30 meter. Kemungkinan masih ada longsor karena kondisi tegaknya lereng, terutama di sisi tenggara.

Baca juga: Badan Geologi Teliti Tanah Ambles di Gunung Kidul

"Untuk di Dusun Serpeng, luas amblesan yang terbentuk agar masyarakat berhati-hati, karena kemungkinan longsor masih besar. Sehingga, pemasangan police line yang selama ini telah dilakukan perlu ditambahkan papan peringatan untuk tidak terlalu dekat dengan tebing yang terbentuk," kata Edi Basuki saat dihubungi, Selasa (6/3/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lubang atau amblesan di Dusun Pringluwang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, jenis amblesannya yaitu suffosion doline dengan adanya runtuhan berupa tanah ke dalam ponor tanpa adanya longsoran dengan diameter 4 meter dan diameter 10 meter.

Amblesannya tergolong skala kecil. Masyarakat sekitar sudah terbiasa dengan menutup area menggunakan batang pisang, jerami, batu, dan tanah.

"Dari rekomendasi untuk warga agar tetap membuang sampah di lubang, tetapi yang dimasukkan bukan berupa sampah yang kemungkinan dapat mencemari air bawah tanah nantinya,” ujar dia.

Edi mengatakan, faktor pemicu amblesan di lokasi pada awalnya dipicu oleh cuaca ekstrem siklon Cempaka yang menyebabkan banjir dan timbulnya genangan air di Gunung Kidul.

"Tingginya curah hujan menyebabkan tanah bercampur air, semakin lama menjadi jenuh dan masuk ke dalam lubang sehingga menyebabkan amblesan tanah di permukaan," tuturnya.

Masyarakat pun diminta untuk tidak panik, tetapi waspada terhadap amblesan itu. Jika muncul amblesan lagi, masyarakat diminta untuk berkoordinasi.

"Untuk sementara kami memasang rambu peringatan rawan longsor," ucap Edi.

Baca juga: Tanah Ambles Meluas, Masyarakat Diimbau Tak Perlu Takut

Kompas TV Bencana tanah ambles terjadi di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lapangan sepak bola milik warga mengalami tanah ambles dengan kedalaman 2 meter lebih. Tanah ambles di Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ini sudah berlangsung satu pekan ini. Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Semarang menyebabkan tanah ambles terus bertambah. Empat rumah warga juga rusak parah. Bahkan, satu rumah warga terpaksa dibongkar karena sudah roboh. Kerusakan umumnya terjadi pada fondasi rumah, tembok retak-retak, serta bangunan miring. Warga khawatir hujan deras masih diikuti tanda-tanda pergerakan tanah.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X