Dosen Wanita Penyebar Hoaks Dikenal sebagai Pribadi Tertutup

Kompas.com - 28/02/2018, 15:04 WIB
Rumah TAW di Dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. KOMPAS.com/Wijaya KusumaRumah TAW di Dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Polda Jawa Barat menangkap TAW (40), penyebar informasi hoaks tentang muadzin yang meninggal karena dibunuh orang dengan gangguan jiwa di Majalengka.

Di kalangan warga tempat tinggalnya, di Dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, TAW dikenal sebagai pribadi yang tertutup.

Seorang tetangga TAW, Surono (50), mengatakan belum mendengar informasi tentang penangkapan TAW.

"Saya malah belum mendengar soal itu. Sekitar belum ada seminggu lalu kalau ga salah pulang ke sini," ujar Surono warga Dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, saat ditemui Kompas.com, Rabu (28/2/2018).

(Baca juga: Polisi Tangkap Dosen Wanita Penyebar Hoaks di Medsos )

Surono menceritakan, sepengetahuannya, TAW sudah bercerai dengan suaminya. Perceraian itu terjadi sekitar lima tahun lalu.

"Sudah cerai dengan suaminya sekitar lima tahun lalu, anaknya empat. Kalau sepengetahuan saya, orangtuanya di Jakarta," ujarnya.

Selama ini, sambung Surono, TAW jarang bergaul dengan masyarakat. Ibu empat orang anak ini juga dikenal sebagai pribadi yang tertutup.

"Tertutup orangnya, jarang sekali berkumpul dengan warga. Dulu ada warga yang meninggal juga tidak melayat," ujarnya.

(Baca juga: The Family MCA dan Saracen, Bisnis Hoaks Serupa tetapi Tak Sama )

TAW, lanjut Surono, bekerja mengajar bahasa Inggris. Namun, di mana tempat mengajarnya, ia tidak mengetahui persis.

"Pagi-pagi itu sudah berangkat kerja, sedangkan pulang ya kadang sore atau malam. Kerjanya itu, kalau tidak salah ngajar bahasa Inggris, tapi saya tidak tahu di mana," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dukuh Krajan Arifin Nur Hamzah mengatakan, TAW tinggal di Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman, bersama anaknya.

"Aslinya Jakarta, di sini tinggal bersama anaknya. Dulu masih sesakali berkumpul dengan warga, sebelum bercerai. Mungkin karena sibuk, Bu Tara jarang kumpul dengan warga," ujarnya.

Dari pengamatan kompas.com, Rumah TAW tampak sepi. Pintu serta jendela terlihat tertutup. TAW ditangkap Polda Jabar di kawasan Jakarta Utara pada Senin (26/02/2018) malam. 

Berita sebelumnya, Polda Jabar menangkap pelaku yang diduga menyebarkan berita hoaks di media sosial. Pelaku diketahui seorang dosen wanita berinisial TAW (40), warga Desa Tirtomartini, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X