Pernyataan Anak dari Nenek Cicih soal Gugatan kepada Ibunya

Kompas.com - 27/02/2018, 20:58 WIB
Ibu Cicih (78) didampingi kuasa hukumnya, Hotma Agus Sihombing, tengah berjalan di lobi menuju ruang mediasi di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Marthadinata, Kota Bandung, Selasa (27/2/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADIIbu Cicih (78) didampingi kuasa hukumnya, Hotma Agus Sihombing, tengah berjalan di lobi menuju ruang mediasi di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Marthadinata, Kota Bandung, Selasa (27/2/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Ayi Rusbandi, penggugat III ibundanya, yakni Cicih (tergugat II), buka suara soal gugatan yang dilakukan terhadap ibunya itu. Alasan gugatan yang dilayangkannya itu lantaran pihaknya meminta Cicih tidak menjual rumah di atas tanah seluas 91 meter persegi kepada Iis Rila Sundari.

"Karena kami sudah berbicara di rumah sendiri, tapi tak didengar (Cicih) permohonan kami untuk tidak dijual, dan lanjut lagi setelah itu (tanah seluas 91 meter persegi) terjual, jalan yang dipakai umum juga ditawarin (Cicih). Kami kan jadi prihatin dengan ibu kami. Ibu sudah tua, mungkin dimanfaatin oleh orang lain," kata Ayi di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Selasa (27/2/2018).

Namun, pada dasarnya, kata Ayi, pihaknya menggugat ibundanya lantaran Cicih menjualbelikan lahan tanah tersebut. "Justru kita itu menggugat ke si bidan (Iis Rila Sundari), tergugat satunya kan dia. Kenapa ibu masuk (gugatan) karena jual belinya ibu," jelas Ayi.

Kuasa hukum penggugat, Tina Yulianti Gunawan, mengatakan bahwa gugatan yang dilayangkan ini bukanlah gugatan anak kepada ibunya, melainkan gugatan jual beli.

"Ini bukan anak menggugat ibu kandungnya, tetapi ahli waris menggugat jual beli. Itu saja yang harus digarisbawahi," ucap Tina.

Baca juga: Cerita Nenek Cicih Jual Tanah demi Hidup dan Digugat 4 Anak Kandungnya

Sementara itu, kuasa hukum tergugat, Agus Hotman Sihombing, mengatakan bahwa kasus ini harus diselesaikan secara musyawarah dengan harapan penggugat dapat mencabut gugatannya dengan damai.

"Saya harap bisa diselesaikan dengan damai dan berharap anaknya bisa mencabut gugatan dengan damai. Karena ini menjadi preseden buruk di mata masyarakat dan Bandung khususnya," ungkap Agus.

Menurut dia, gugatan yang diajukan penggugat mengenai warisan dinilai salah alamat. "Menurut kami, gugatan ini salah alamat, harusnya diajukan di pengadilan agama karena menyangkut masalah warisan. Kalau menyangkut warisan, saya pikir harus ke pengadilan agama," ujarnya.

Baca juga: Gadis Ini Gugat Orangtuanya Gara-gara Angpao

Namun, apabila langkah mediasi yang telah dilakukan pihak pengadilan saat ini menemukan jalan buntu maka dia akan melakukan gugatan rekovensi atau gugatan balasan kepada pihak penggugat.

"Langkah pertama kita akan tetap menjawab dan kita akan ajukan gugatan rekovensi," kata Agus.

Meski begitu, pihaknya berharap perkara ini diselesaikan dengan damai, sedangkan untuk proses jual beli lahan tanah itu tetap diproses.

"Sebaiknya begitu, perkara diselesaikan dengan damai dan dilanjutkan jual belinya, dan ketiga adalah proses akta jual beli dengan pembeli, selesai menurut saya," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Regional
Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Regional
Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Regional
Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Regional
Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X