Kisah Kakak Beradik Korban Perdagangan Manusia hingga Kasusnya Disidangkan

Kompas.com - 27/02/2018, 07:32 WIB
Rabitah, TKW yang pernah diduga kehilangan ginjalnya di Qatar, Timur Tengah 2014 silam. Senin  (26/2/2018) menjadi saksi atas kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang di Pengadilan Negeri Mataram. KOMPAS.com/FITRIRabitah, TKW yang pernah diduga kehilangan ginjalnya di Qatar, Timur Tengah 2014 silam. Senin (26/2/2018) menjadi saksi atas kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang di Pengadilan Negeri Mataram.

MATARAM, KOMPAS.com - Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan korban Juliani, adik kandung tenaga kerja wanita (TKW) Rabitah, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (26/2/2018).

Juliani diduga kuat sebagai korban TPPO karena diberangkatkan menjadi TKW ke Oman, Timur Tengah saat berusia 14 tahun atau di bawah umur.

Kasus ini adalah kasus pertama tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di NTB yang berhasil diusut hingga ke meja hijau, khususnya TKW.

“Ini adalah kasus tindak pidana perdagangan orang pertama di NTB, dengan korban TKW, yang berhasil disidangkan atau sampai ke meja hijau. Kami akui ini yang pertama kalinya di NTB,” kata Didik Jatmiko, Humas Pengadilan Negeri Mataram.

(Baca juga : Kisah Pilu TKW di Turki, Ditumpuk seperti Kucing dan Disiksa hingga Tulang Iga Patah )

Bagi Didik, pengungkapan kasus ini akan berdampak baik. Bukan hanya menimbulkan efek jera bagi pelaku, tapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dan mereka yang mau berangkat ke luar negeri untuk selalu hati-hati dan waspada penipuan.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Suradi, memberikan sejumlah pertanyaan pada para saksi korban. Juliani dengan sangat hati-hati, mengingat apa yang dialaminya seperti saat ia tengah mengidap sakit tumor di pipinya dan hamil muda.

Dalam persidangan, Juliani, Rabitah, dan sang ibu Sarinah mengatakan, terdakwa UL, yang merupakan tetangga mereka, merupakan tekong yang membujuk Juliani dan Rabitah mengadu nasib di Timur Tengah. Mereka diiming-imingi gaji Rp 6 juta per bulan.

Rabitah, TKW yang pernah diduga kehilangan satu ginjalnya saat bekekerja di Qatar 2014 silam, hadir sebagai saksi atas kasus TPPO adiknya, Juliani.

Ilustrasi TKIKompas.com/ERICSSEN Ilustrasi TKI
Dikirim Tanpa Dokumen

Terdakwa UL dan IJ merupakan tekong yang memberangkatkan Juliani dan Rubitah ke Timur Tengah. Juliani tidak sendiri. Sebab UL dan IJ memberangkatkan ratusan TKW asal NTB tanpa dokumen. Rubitah dan Juliani adalah salah satu korban dari Ul dan IJ.

(Baca juga : Saat Rekrut Adelina Jadi TKW, Calo Beri Uang Rp 150.000 ke Orangtuanya)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Regional
20 Pencuri Spesialis Motor Matik di DIY Dibekuk Polisi, 3 Residivis

20 Pencuri Spesialis Motor Matik di DIY Dibekuk Polisi, 3 Residivis

Regional
Dua Warga Gunungkidul Kaget Tagihan Listrik Melonjak hingga Puluhan Juta

Dua Warga Gunungkidul Kaget Tagihan Listrik Melonjak hingga Puluhan Juta

Regional
Sanksi Berat Gubernur pada Kepala Bappekab Jember, Plt Bupati Berharap Lebih Ringan

Sanksi Berat Gubernur pada Kepala Bappekab Jember, Plt Bupati Berharap Lebih Ringan

Regional
Kata BPPTKG soal Muncul Asap di 2 Titik Gunung Merapi

Kata BPPTKG soal Muncul Asap di 2 Titik Gunung Merapi

Regional
Tom Liwafa, Crazy Rich Surabaya Ucapkan Ulang Tahun kepada Istri Pakai Baliho, Keluarkan Biaya Rp 25 Juta

Tom Liwafa, Crazy Rich Surabaya Ucapkan Ulang Tahun kepada Istri Pakai Baliho, Keluarkan Biaya Rp 25 Juta

Regional
Cerita Seorang Warga Tewas Diterkam Buaya Saat Cuci Tangan, Jasadnya Ditemukan 18 Jam Kemudian

Cerita Seorang Warga Tewas Diterkam Buaya Saat Cuci Tangan, Jasadnya Ditemukan 18 Jam Kemudian

Regional
Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Rp 1 Miliar, 4 Orang Ditangkap

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Rp 1 Miliar, 4 Orang Ditangkap

Regional
Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Khofifah Tunjuk Sekda Jadi Pengganti

Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Khofifah Tunjuk Sekda Jadi Pengganti

Regional
Modus Menyewa, Pria Ini Malah Gadai 11 Mobil Rental

Modus Menyewa, Pria Ini Malah Gadai 11 Mobil Rental

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X