Cerita Nenek Cicih Jual Tanah demi Hidup dan Digugat 4 Anak Kandungnya

Kompas.com - 21/02/2018, 22:10 WIB
Kompas TV Aksi Simpatik Untuk Ibu Digugat Anak

"Awalnya ibu Iis ini ngontrak, tapi karena ibu perlu uang untuk kebutuhan sehari-hari dan kebetulan ibu bidan (Ibu Iis) butuh tempat juga ya sudah akhirnya di-acc, dijual sama ibu ke ibu Iis seharga Rp 250 juta. Rumah yang dijual itu yang di depan ini," katanya.

Dari hasil penjualan rumah yang menjadi hak miliknya tersebut, Cicih bahkan tak menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Uang itu sebagian dipakai untuk merenovasi rumah lainnya yang tidak jauh dari kediaman Cicih. Sisanya untuk keperluan sehari-hari, membiaya cucu-cucunya hingga membayar utang.

"Uangnya tidak semua saya makan, tapi buat renovasi rumah buat anak ibu, biar setelah ibu tidak ada nanti mereka punya tempat tinggal. Juga membiayai cucu-cucu saya. Ada empat cucu yang tinggal di sini, yang satu bahkan sampai lulus SMK dan ada juga yang dari bayi. Semuanya saya rawat. Karena kalau mengandalkan uang pensiun tidak akan cukup, pakai listrik saja mungkin sudah habis," jelasnya.

Baca juga : Ibu yang Digugat Anaknya Rp 1,8 Miliar Temui Bupati Purwakarta

Cicih mengaku sedih atas sikap anak-anaknya yang menggugat ibunya sendiri. Kendati demikian, Cicih tetap menerima gugatan tersebut dengan lapang dada.

"Sedihnya itu mengkhawatirkan sama anak ibu, takutnya ibu kelepasan bicara atau gimana yang menjadi apa-apa kepada anak ibu. Ibu itu menjaga itu saja. Ibu memaafkan, kalau sayang tetap sayang, enggak ada dendam," tuturnya.

Setiap hari Cici malah berdoa kepada Tuhan untuk kesehatan dan kelancaran rezeki anak-anaknya tersebut.

"Enggak sakit hati, saya hanya terus berdoa setiap waktu meminta kepada Allah agar (anak-anak) disolehkan, dan dilancarkan rizkinya, sehat dan selamat. Makanya saya maafkan," katanya.

Cicih berharap, ke depannya, ia dan anak-anaknya bisa kembali berkumpul bersama dan hidup harmonis.

"Ke depannya ibu pengen harmonis bagaimana caranya dengan anak, seperti anak dan ibu," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

Regional
Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Regional
Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Regional
Identitas 11 Korban Tanah Longsor di Tarakan

Identitas 11 Korban Tanah Longsor di Tarakan

Regional
Uang Palsu Setengah Miliar Diamankan dari 3 Kakek Komplotan Pengedar

Uang Palsu Setengah Miliar Diamankan dari 3 Kakek Komplotan Pengedar

Regional
Silaturahim Akbar Batal Digelar di Surabaya, Polisi: Acara KAMI Tidak Memiliki Izin

Silaturahim Akbar Batal Digelar di Surabaya, Polisi: Acara KAMI Tidak Memiliki Izin

Regional
Batam Sediakan Isolasi Kelas VIP dengan Tarif Rp 800.000 Per Malam

Batam Sediakan Isolasi Kelas VIP dengan Tarif Rp 800.000 Per Malam

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Santri di Banyumas Disanksi Bersihkan Kamar Mandi

Langgar Protokol Kesehatan, Santri di Banyumas Disanksi Bersihkan Kamar Mandi

Regional
Bayi Kembar 10 Bulan Jadi Korban Tanah Longsor di Kota Tarakan

Bayi Kembar 10 Bulan Jadi Korban Tanah Longsor di Kota Tarakan

Regional
Soal Penanganan Covid-19 di Jateng, Ganjar: Sudah Tidak Ada Zona Merah

Soal Penanganan Covid-19 di Jateng, Ganjar: Sudah Tidak Ada Zona Merah

Regional
Gedung Diblokade Massa, Silaturahim KAMI yang Dihadiri Gatot Nurmantyo Batal Digelar

Gedung Diblokade Massa, Silaturahim KAMI yang Dihadiri Gatot Nurmantyo Batal Digelar

Regional
Seorang Pria Tewas Setelah Terpeleset di Lokasi Air Terjun

Seorang Pria Tewas Setelah Terpeleset di Lokasi Air Terjun

Regional
Tanah Longsor di 4 Titik Kota Tarakan, 11 Orang Tewas

Tanah Longsor di 4 Titik Kota Tarakan, 11 Orang Tewas

Regional
Usai Bunuh Bocah 10 Tahun, Pria Ini Sempat Setubuhi Jasad Korban di Kebun

Usai Bunuh Bocah 10 Tahun, Pria Ini Sempat Setubuhi Jasad Korban di Kebun

Regional
Desa di Sragen Jadi Pemasok Anjing Terbesar untuk Warung Makan, Sehari Kirim 300 Ekor

Desa di Sragen Jadi Pemasok Anjing Terbesar untuk Warung Makan, Sehari Kirim 300 Ekor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X