Warga NTT Gelar 1.000 Lilin untuk TKI Adelina Sau

Kompas.com - 19/02/2018, 22:29 WIB
Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar aksi 1.000 lilin di depan Kantor Gubernur NTT, Senin (19/2/2018). DOKUMENTASI PRIBADI/ASISWarga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar aksi 1.000 lilin di depan Kantor Gubernur NTT, Senin (19/2/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Ratusan warga Nusa Tenggara Timur ( NTT), menggelar aksi 1.000 lilin untuk Adelina Sau, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yang meninggal karena disiksa majikannya di Malaysia.

Aksi yang digagas sejumlah organisasi pemuda yang tergabung dalam forum Jaringan Solidaritas Peduli Masyarakat Human Trafficking ini digelar di depan rumah jabatan Gubernur NTT, Senin (19/2/2018) malam. 

Dengan membawa sejumlah poster, karangan bunga, masyarakat termasuk pengguna jalan yang melintas, membakar lilin di sepanjang jalan.

Koordinator aksi, Orlando Worolale mengatakan, aksi ini digelar untuk menuntut agar proses hukum terhadap pelaku bisa segera ditindaklanjuti sesuai aturan di Malaysia.

(Baca juga : Kronologi Tewasnya TKI Adelina di Malaysia )

Koordinator Jaringan Solidaritas Peduli Masyarakat Human Trafficking Emmy Sahertian mengatakan, aksi tersebut untuk mendesak pemerintah NTT mengambil sikap terkait tindakan kejahatan kemanusiaan yang kembali menimpa warga NTT seperti Adelina Sau.

"Di tingkat daerah di NTT, kami tidak merasakan adanya keberpihakan pemerintah terhadap buruh migran, hawa keberpihakan itu masih terlalu jauh dati kata hangat, kalau mau diibaratkan," ucapnya.

Ia mengatakan, kasus Adelina Sau (21), seorang TKW asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan kembali menorehkan catatan kelam kasus penyiksaan terhadap buruh migran.

Menurut Sahertian, kematian Adelina menambah bukti panjang bahwa perlindungan buruh migran dari Indonesia termasuk NTT di luar negeri belum dijalankan.

(Baca juga : TKI Adelina Tewas di Malaysia, 3 Majikannya Ditahan )

"Diplomasi maupun, sanksi pidana terhadap para pelaku perdagangan orang masih lemah seperti halnya kasus yang menimpa Dolvina Abuk beberapa waktu lalu," katanya.

Untuk itu ia mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menunjukkan ketegasannya dengan mengusut tuntas kasus Adelina Sau sampai tuntas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X