Kecelakaan Tanjakan Emen, Polisi Tetapkan Sopir Bus sebagai Tersangka - Kompas.com

Kecelakaan Tanjakan Emen, Polisi Tetapkan Sopir Bus sebagai Tersangka

Kompas.com - 12/02/2018, 14:57 WIB
Tampak antrean kendaraan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/2/2018). Kendaraan ini menunggu dibukanya jalan yang tengah dilakukan penutupan sementara lantaran sedang dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab kecelakaan bis yang menewaskan 27 orang di jalur rawan tersebut. KOMPAS.com/AGIE PERMADI Tampak antrean kendaraan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/2/2018). Kendaraan ini menunggu dibukanya jalan yang tengah dilakukan penutupan sementara lantaran sedang dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab kecelakaan bis yang menewaskan 27 orang di jalur rawan tersebut.

BANDUNG, KOMPAS.com — Polisi akhirnya menetapkan sopir bus, Amirudin (32), sebagai tersangka kecelakaan di Tanjakan Emen yang menewaskan 27 orang.

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan Polres Subang. Dalam gelar perkara itu, Amirudin telah memenuhi unsur menjadi tersangka. 

"Iya sudah (ditetapkan tersangka)," kata Kapolres Subang AKBP M Joni yang dihubungi Kompas.com, Senin (12/2/2018).

Dihubungi terpisah, Dirlantas Polda Jabar Kombes Prahoro Tri Wahyono mengatakan, sopir bus maut tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun alasan ditetapkannya tersangka karena kelalainnya.

"Dia (sopir) ngerti rem blong, artinya ada unsur bahaya, tetapi kenapa tetap saja jalan," ujarnya.

(Baca juga: Polisi Usul Tanjakan Emen Diperbaiki karena Rawan Kecelakaan )

Sopir bus maut itu pun melaporkan bocornya rem belakang kendaraan kepada pihak manajemen. Namun, entah anjuran siapa sang sopir mengakalinya dan akhirnya tetap jalan.

"Si sopir malah sempat foto rem yang bermasalah itu dan melaporkannya ke manajemen bus dan meminta ganti bus, tetapi entah kenapa bus masih saja jalan," katanya.

Saat ini Polda Jabar dan Polres Subang masih mendalami pasal yang akan disangkakan untuk tersangka Amirudin. "Kami masih pelajari dan dalami, apakah ada unsur kesengajajaan atau hanya 310 (kelalaian)," ucapnya.

"Jadi, masih didalami, kalau 310 cuma 5 tahun (penjara), tetapi kalau kesengajaan 15 tahun. Kami telusuri juga saat mengakali rem itu, si sopir mengerjakannya dengan siapa dan anjuran siapa. Kami akan kejar ke situ juga," ujarnya.

(Baca juga: Pelesiran Berujung Tragedi, 27 Orang Tewas di Tanjakan Emen )

Sebelumnya diberitakan, bus pariwisata (premium class) nomor polisi F 7959 AA berangkat dari Ciputat, Tangerang Selatan, melewati Tol Cipularang dan mampir makan di daerah Tangkubanparahu, Lembang, Jawa Barat, kemudian turun ke Ciater.

Dalam perjalanan, bus mengalami kecelakaan dan menabrak pengemudi kendaraan roda dua. Bus kemudian terguling di jalan raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater, Subang, Jawa Barat, atau Tanjakan Emen, Sabtu (10/2/2018) sekira pukul 17.00.

Akibat kecelakaan itu, 27 orang tewas, 22 luka berat, dan 7 orang luka ringan.

Kompas TV Polres Subang, Jawa Barat, mengadakan gelar perkara kasus kecelakaan bus yang menewaskan 27 orang, Senin (12/2) pagi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X