Maju Pilkada Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil Lepas Status PNS - Kompas.com

Maju Pilkada Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil Lepas Status PNS

Kompas.com - 12/02/2018, 14:19 WIB
Kandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berorasi di hadapan enam ribu pendukungnya dalam kegiatan rapat akbar di Gedung Sana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (8/2/2018) malam. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berorasi di hadapan enam ribu pendukungnya dalam kegiatan rapat akbar di Gedung Sana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (8/2/2018) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dipastikan melepas statusnya sebagai PNS dosen Institut Teknologi Bandung ( ITB) sebagai syarat keikutsertaannya dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018.

Arfi Rafnialdi, Wakil Ketua Tim Kampanye pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) mengatakan, pria yang akrab disapa Emil tersebut telah mengajukan surat pengunduran diri ke Rektor ITB.

Bahkan, surat pengunduran diri diberikan sebelum proses pendaftaran peserta Pilkada Jawa Barat 2018 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar pada 10 Januari 2018.

“Kang Emil sebelum jadi wali kota Bandung adalah PNS dosen di ITB. Waktu jadi wali kota tidak disyaratkan mundur dari PNS makanya masih dipertahankan," kata Arfi saat ditemui di KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/1/2018).

"Tapi ketika maju di Pilgub ada salah satu syarat mengharuskan mundur. Sebelum mendaftar ke KPU 10 Januari, surat pengajuan ke Rektor ITB sudah dilayangkan,” tambahnya.

(Baca juga : Ridwan Kamil: Kita Harus Menang dengan Ilmiah, dengan Akhlak )

Arfi menambahkan, persyaratan formal yang sudah diterima tim kampanye pasangan Rindu dan sudah dilaporkan ke KPU baru sebatas surat cuti sebagai Wali Kota Bandung. 

“Tapi surat pernyataan berhenti dari ITB belum kami terima surat jawaban dari pihak ITB. Tapi sudah diurus,” ungkapnya.

Sesuai perintah KPU, tim kampanye pasangan Rindu akan proaktif untuk meminta kepada ITB segera mengeluarkan SK pengunduran diri dari status PNS.

“Kami akan telusuri sudah sampai mana dan kapan bisa kami terima supaya tidak lewat batas waktu yang ditentukan (KPU),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat menambahkan, ada tiga orang calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada Jawa Barat yang harus melengkapi surat pengunduran diri.

 

(Baca juga : Dana Kampanye Lebih dari Rp 473 M, Peserta Pilkada Jabar Bakal Kena Sanksi)

Ketiga orang tersebut adalah TB Hasanudin yang harus mengundurkan diri dari DPR RI, Anton Charliyan dari Polri, dan Ridwan Kamil dari PNS dosen ITB.

“Surat pernyataan pengunduraan diri diberikan oleh paslon setelah penetapan paslon hari ini. Tiga calon sudah mengajukan lebih awal saat pendaftaran paslon,” tuturnya.

Yayat mengatakan, ketiga orang tersebut wajib menyerahkan surat peryataan telah melepas jabatan mereka dari keanggotaan DPR RI, Kepolisian, dan PNS, 30 hari sebelum waktu pencoblosan, 27 Juni 2018.

“SK pemberhentian harus diserahkan 27 Mei 2018 paling lambat,” pungkasnya. 

Kompas TV Ridwan Kamil mengkalim telah memenuhi janji politiknya selama menjabat Wali Kota Bandung.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Regional
Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Regional
Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Regional
Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Regional
Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Nasional
UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

Nasional
Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Regional
'Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini...'

"Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini..."

Regional
Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Internasional
Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Regional
Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Internasional
Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Internasional
Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Megapolitan
Setelah 20 Jam, Sopir 'Pick-up' yang Tenggelam di Kalimalang Ditemukan

Setelah 20 Jam, Sopir "Pick-up" yang Tenggelam di Kalimalang Ditemukan

Megapolitan

Close Ads X