Kompas.com - 10/02/2018, 07:06 WIB
Ikramullah (ketiga dari kanan) merekayasa penculikan dirinya sendiri. Ia kemudian ditangkap polisi. Saat dalam foto ini, ia berada di Mapolres Aceh Timur, Aceh, Jumat (10/2/2018) malam. Kompas.com/MasriadiIkramullah (ketiga dari kanan) merekayasa penculikan dirinya sendiri. Ia kemudian ditangkap polisi. Saat dalam foto ini, ia berada di Mapolres Aceh Timur, Aceh, Jumat (10/2/2018) malam.

ACEH TIMUR, KOMPAS.com – Ikramullah (23), pemuda asal Desa Blang Batee, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, ditangkap polisi Jumat (9/2/2018) kemarin. Ia ditangkap setelah ketahuan ia merekayasa penculikan dirinya sendiri demi mendapat uang tebusan.

Kapolsek Peureulak, Aceh Timur, AKP Simon Purba, menyebutkan kasus rekayasa penculikan itu berawal pada Kamis lalu saat Nur Asiah (55),  ibu dari Ikramullah, melaporkan bahwa anaknya telah diculik orang tak dikenal di kawasan perbukitan Desa Alue Rambong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

“Awalnya Si Ibu ini bersama Ikramulllah mengaku diculik bersama anaknya (itu) oleh empat orang pria tak dikenal di kawasan perbukitan Desa Rambong itu. Lalu dia dilepas, dan diminta untuk mencarikan uang sebesar Rp 2 juta sebagai tebusan untuk Ikramullah,” kata Simon.

Setelah dilepas kawanan penculik, Nur Asiah langsung menuju Polsek Peureulak untuk melaporkan kasus yang menimpa anaknya. Saat menerima laporan tersebut, Polsek bersama satuan intel Polres Aceh Timur segera melakukan penangakapan.

“Tim Polsek berkomunikasi dengan orang yang mengaku penculik ini. Lalu tim Polsek menyamar sebagai tukang ojek yang mengantar Nur Asiah untuk menyerahkan uang tebusan. Begitu ketemu orang yang mengaku penculik ini langsung kami tangkap dan memintanya untuk menunjukan lokasi penculikan,” cerita Simon.

Setelah dibawa ke lokasi penculikan, terlihat Ikramullah duduk santai di sebuah rumah warga di Desa Jengki, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Polisi kemudian mengetahui bahwa tidak ada penculikan. Ikramullah yang berkomplot dengan temannya merekayasa hal itu demi mendapatkan uang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dari situ kami tahu ini rekayasa penculikan. Orang tak dikenal ini beinisial F (16) masih pelajar, temannya Ikramullah. Bersama-sama merekayasa penculikan agar mendapatkan uang Rp 2 juta itu. Alasan mereka mau digunakan buat beli lemari baru. Mereka di Polres Aceh Timur sekarang untuk penyidikan lebih lanjut,” tambah Simon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.