Gerindra Siap Bela Kadernya atas Dugaan Penganiayaan Anggota Brimob

Kompas.com - 22/01/2018, 05:12 WIB
Lokasi area parkir tempat hiburan malam Lips Club Bogor, di Jalan Sukasari, Bogor, Jawa Barat, diberi garis polisi setelah terjadi insiden keributan yang menyebabkan satu orang meninggal terkena tembakan, Sabtu (20/1/2018). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHLokasi area parkir tempat hiburan malam Lips Club Bogor, di Jalan Sukasari, Bogor, Jawa Barat, diberi garis polisi setelah terjadi insiden keributan yang menyebabkan satu orang meninggal terkena tembakan, Sabtu (20/1/2018).
|
EditorFarid Assifa

BOGOR, KOMPAS.com - Partai Gerindra siap memberikan bantuan hukum kepada empat orang kadernya yang diperiksa sebagai saksi atas laporan dugaan penganiayaan terhadap anggota Brimob Briptu AR.

Empat kader Gerindra yang diperiksa itu adalah Arief Rochmawan, Rizki Bayu Perdana, Rio Andika Putra Perdana, dan Arli Marasut. Mereka disebut diduga ikut terlibat dalam insiden keributan dengan Briptu AR.

Keempatnya merupakan rekan dari Fernando Alan Joshua Wowor, kader Gerindra yang meninggal setelah tertembak senjata api milik Briptu AR di area parkir diskotik Lips Club Bogor, Sabtu (20/1/2018), dini hari.

Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi para saksi selama menjalani proses pemeriksaan. Hal itu sebagai bentuk bantuan hukum yang diberikan Gerindra kepada setiap kadernya yang berurusan dengan masalah hukum.

"Saya sangat kaget, ternyata rekan-rekan korban justru diperiksa sebagai saksi atas laporan dari calon istri anggota Brimob itu. Saya sebagai kuasa hukum merasa ini nggak fair," ungkap Habiburokhman, dalam keterangannya, Minggu (21/1/2018).

Baca juga : Ribut dengan Anggota Brimob di Area Parkir Diskotek, Satu Orang Tewas Tertembak

Menurutnya, polisi harus bisa melihat fakta sesungguhnya di balik kasus itu. Dirinya menegaskan, pihaknya akan serius mengadvokasi kasus tersebut sampai keadilan benar-benar ditegakkan.

"Ini kan soal penembakan. Mungkin setelah penembakan itu, terjadi keributan dalam konteks membela diri untuk melumpuhkan anggota itu," katanya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan para saksi kepada dirinya, sambung dia, perkelahian di antara mereka terjadi setelah korban terkena tembak.

Masih menurut keterangan saksi, anggota Brimob itu dikatakan telah menodongkan senjata apinya ke arah salah satu rekan korban.

Baca juga : Korban yang Tewas Ditembak Brimob di Diskotek Bogor adalah Kader Gerindra

Lanjutnya, mereka juga membantah soal pernyataan polisi yang menyebutkan bahwa sempat terjadi cekcok di area parkir sebelum peristiwa tertembaknya salah satu kader Gerindra itu.

"Versi mereka bilang tidak ada cekcok. Karena sama-sama nggak mau ngalah, anggota Brimob itu mengeluarkan pistol. Lalu korban bersama rekan yang lain mencoba merebutnya. Tiba-tiba ada suara letusan tembakan dan mengenai korban. Mereka kemudian berkelahi," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X