Terlilit Utang dan Anaknya Sakit, Ibu Muda di Karawang Nekat Jual Ginjal

Kompas.com - 19/01/2018, 16:20 WIB
Anisa (29) nekat menawarkan ginjalnya lewat jejaring sosial Facebook. KOMPAS.com/Farida FarhanAnisa (29) nekat menawarkan ginjalnya lewat jejaring sosial Facebook.
|
EditorErwin Hutapea

KARAWANG, KOMPAS.com - Seorang ibu muda di Karawang, Jawa Barat, nekat menjual ginjal seharga Rp 10 juta karena terjepit utang dengan rentenir dan anaknya sakit.

Anisa (29), warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, sesenggukan saat ditanya Wakil Bupati Karawang soal niatnya menjual ginjal melalui jejaring sosial Facebook.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai karyawati salah satu toko pakaian di Pasar Telagasari itu mengaku sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ia mengaku diancam akan dilaporkan ke polisi oleh rentenir bernama Nita karena sudah lebih dari dua bulan tidak bisa melunasi utangnya.

"Saya utang Rp 2 juta dan harus mengembalikan Rp 3,5 juta dalam sebulan. Tapi, karena saya sudah lebih dari 2 bulan tak mampu bayar, total menjadi Rp 5 juta," kata Anisa.

Terlebih lagi, kata Anisa, pendapatannya dalam satu bulan hanya Rp 600.000. Adapun suaminya, Arya, sudah setahun tak pulang ke rumah. "Pamitnya mau berangkat kerja, tapi enggak pulang sampai sekarang," ujarnya.

Uang hasil menjual ginjal tersebut akan digunakan untuk melunasi utang kepada rentenir dan sisanya untuk menebus obat anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemarin saya utang untuk biaya anak saya, Alyssa (2), ke Kalimantan. Ia diambil kakak saya untuk berobat di RSUD Balikpapan, Kalimantan Timur," ucap Anisa.

Baca juga: 3 Anak Rahma Sakit Setelah Ibunya Ditahan Polisi karena Berkelahi dengan Rentenir

Allysa sempat dirawat di RSUD Karawang karena menderita Leukimia sejak umur sembilan bulan. Namun, karena keterbatasan alat, kemudian dia dirujuk ke RS Dharmais.

"Selama di RS Dharmais memang tidak bayar karena menggunakan BPJS Kesehatan. Akan tetapi, harus menebus obat Rp 300.000 per dua minggu," katanya.

Ia sendiri mengaku berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Sejak 2011, ia diboyong suaminya ke Karawang.

Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari yang merasa iba kemudian memberikan uang Rp 3 juta. "Itu untuk melunasi utang Rp 2 juta. Jika si rentenir tetap ngotot, bilangin dia juga melanggar aturan perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujar Ahmad.

Namun, pria yang karib disapa Jimmy ini meminta Anisa berjanji tidak akan berutang lagi kepada rentenir.

Baca juga: Bocah Penderita Gagal Ginjal yang Ditelantarkan Orangtuanya Tuai Simpati Publik

Kompas TV Menurut pelaku, uang yang dipinjam beberapa tahun yang lalu digunakan untuk membeli lima butir pil koplo.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X