3 Anak Rahma Sakit Setelah Ibunya Ditahan Polisi karena Berkelahi dengan Rentenir

Kompas.com - 02/12/2016, 11:08 WIB
Rahma dan 8 anaknya tidur melantai di dalam sel Polresta KPPP Pelabuhan beredar di media sosial. Kontributor Makassar, Hendra CiptoRahma dan 8 anaknya tidur melantai di dalam sel Polresta KPPP Pelabuhan beredar di media sosial.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Selama Nur Rahma Amalia (28), warga Sabutung, ini ditahan aparat Kepolisian Polresta KPPP Pelabuhan, tiga anaknya jatuh sakit.

Ketiga anak Rahma yang jatuh sakit adalah anak kedua, Aisya (9), yang mengalami infeksi pada gigi; Aldi (6), anak ketiga, yang mengalami panas dingin; dan anak bungsu, Alfiyah (5 bulan), yang juga sakit karena ikut ibunya yang ditahan.

Aisya dan Aldi sedang berada di rumah neneknya untuk dirawat tante-tante mereka.

"Kalau Aisya dan Aldi ada di rumah neneknya, sedang sakit. Semua anak Rahma memanggil-manggil ibunya. Kalau Alfiyah, yang masih bayi, ikut di rutan ditahan bersama ibunya," kata adik kandung Rahma, Sri Wahyuni, ketika dikonfirmasi, Jumat (2/12/2016).

Menurut Sri, keponakan-keponakannya ini kangen dengan ibunya yang kini ditahan di Rutan Kelas 1 Makassar. Sebelumnya, Rahma menjalani penahanan di Markas Polresta KPPP Pelabuhan Makassar selama 4 hari.

"Rencananya, Sabtu (3/12/2016), kami akan membawa semua anak, yang berjumlah 7 orang, untuk membesuk ibunya di rutan. Semoga kerinduan anak-anak kepada ibunya bisa menjadi obat," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu rumah tangga bernama Nur Rahma Amalia (28), warga Jalan Sabutung, bersama 8 anak, termasuk bayinya yang berusia 5 bulan, harus menjalani penahanan di Polresta KPPP Pelabuhan Makassar setelah berkelahi dengan seorang rentenir, Andi Nurmiah (38), warga Jalan Pampang, karena masalah utang piutang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rahma mendekam di Markas Polresta KPPP Pelabuhan Makassar sejak Senin (28/11/2016). Pada hari pertama dan kedua, 8 anak Rahma terpaksa ikut menginap di Markas Polresta KPPP Pelabuhan.

Baca juga: Berkelahi dengan Rentenir, Ibu Ini Ditahan bersama 8 Anaknya yang Masih Kecil

Tujuh anak Rahma baru dipulangkan setelah polisi memisahkan mereka dan meminta pihak keluarganya menjemput, Rabu (30/11/2016) sore.

Namun, bayi Rahma masih ikut di tahanan karena masih menyusui.

Pada Kamis (1/12/2016) siang, Rahma dilimpahkan ke Rutan Kelas 1 Makassar untuk menjalani penahanan.

Kasus ini mencuat setelah foto Rahma beserta 8 anaknya tidur di dalam sel tahanan Polresta KPPP Pelabuhan Makassar. Rahma dan 8 anaknya yang masih kecil-kecil tidur melantai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.