Satpol PP Cantik Berkendaraan Moge Ini Siap Amankan Magelang

Kompas.com - 10/01/2018, 13:10 WIB
Sejumlah anggota Satpol PP perempuan di Kabupaten Magelang naik motor besar/gede untuk berpatroli mengamankan aset-aset pemerintah di wilayah ini, Selasa (9/1/2018). KOMPAS.com/Ika FitrianaSejumlah anggota Satpol PP perempuan di Kabupaten Magelang naik motor besar/gede untuk berpatroli mengamankan aset-aset pemerintah di wilayah ini, Selasa (9/1/2018).
|
EditorErwin Hutapea

MAGELANG, KOMPAS.com - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) tidak selalu didominasi oleh pria yang dikenal tegas dan kadang terkesan menyeramkan. Contohnya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ada sejumlah anggota Satpol PP perempuan yang cantik, tetapi tetap berwibawa.

Para pegawai di lingkungan pemerintahan daerah (pemda) mungkin sudah tidak asing lagi dengan keberadaan mereka. Mulai awal 2018 ini, mereka rutin berpatroli ke sejumlah aset pemda, seperti rumah dinas bupati, rumah dinas Ketua DPRD, kompleks perkantoran, hingga kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sedang ramai menjelang Pilkada 2018.

Seperti terlihat di kantor KPU Magelang, Selasa (9/1/2018). Dengan jumlah 10 orang, mereka mengendarai sepeda motor besar dan motor trail datang ke kantor yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Mungkid, itu. Kemudian, dengan senyum ramah mereka memeriksa dan berbincang singkat dengan warga yang ada di sekitar kompleks kantor tersebut.

"Kami sedang berpatroli, ini salah satu tugas kami sebagai anggota Satpol PP ikut menjaga aset pemerintah dan keamanan lingkungan sekitar," ujar salah satu anggota, Galuh Ajeng Putri Pertiwi (26), di sela-sela kegiatannya.

Galuh menuturkan, Satpol PP memang didominasi oleh laki-laki, tetapi sejak pertengahan 2016, Satpol PP Kabupaten Magelang merekrut anggota honorer perempuan. Galuh tertarik bergabung karena ia ingin menunjukkan bahwa perempuan pun bisa berperan menegakkan perda tanpa terkesan garang.

"Meskipun perempuan jangan terlihat lemah," ucap gadis asal Kecamatan Ngablak ini.

Monica Dwi Utami (21), anggota Satpol PP lainnya, juga berpendapat, semula dia tidak yakin dengan pekerjaan barunya di satuan ini. Namun, setelah menekuninya ternyata ia menikmati tantangan baru itu.

"Awalnya bingung, ternyata asyik. Kami ingin mengubah stigma masyarakat yang telanjur menilai Satpol PP seram, tidak punya hati nurani seperti di TV. Karena penegakan perda itu ada proses sebelum eksekusi," ujarnya.

Baca juga: Rotasi Besar-besaran Satpol PP untuk Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman

Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang Imam Bashori menjelaskan, pihaknya sudah merekrut anggota Satpol PP honorer, yaitu 10 perempuan dan 30 laki-laki. Anggota perempuan tidak hanya bertugas patroli, tetapi juga tugas lain sesuai tupoksi mereka.

"Tugas anggota Satpol PP secara menyeluruh mereka juga dilibatkan. Tidak hanya patroli, tapi juga macam-macam mulai pengamanan, penegakan perda. Juga tidak hanya pas pilkada saja, tapi hari-hari biasa," jelas Imam saat dihubungi, Rabu (10/1/2018).

Lanjut Imam, perekrutan anggota perempuan memang sebagai upaya mengikis anggapan masyarakat tentang Satpol PP. Dengan adanya anggota perempuan maka diharapkan pendekatan terhadap masyarakat jadi lebih humanis.

"Kami ingin sedikit mengikis anggapan masyarakat kalau Satpol PP itu sangar. Kami ingin lebih humanis karena terkadang (masyarakat) terpengaruh berita di TV," ucapnya.

Meski untuk perempuan, perekrutan tetap memberlakukan seleksi yang ketat. Mereka harus lolos persyaratan administrasi, tes fisik, tertulis, wawancara, hingga memenuhi kriteria minimal tinggi/berat badan, bebas dari narkoba, dan sebagainya.

"Semua anggota perempuan yang lolos juga punya keahlian khusus, ada yang bela diri, tinju, karate, taekwondo, paskibra, informasi teknologi, termasuk bisa mengendarai motor besar," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X