Kurang Tepat Pasang Selang Tabung Elpiji, 2 Rumah Ludes Terbakar

Kompas.com - 25/12/2017, 17:35 WIB
Rumah milik keluarga Sucipto di Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Gresik, yang ludes terbakar. KOMPAS.com / HamzahRumah milik keluarga Sucipto di Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Gresik, yang ludes terbakar.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

GRESIK, KOMPAS.com – Akibat kurang tepat dalam memasang saluran tabung elpiji 3 kilogram, dua unit rumah yakni milik Sucipto (53) dan Suwandi (50) yang berada di Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Gresik, Jawa Timur, ludes terbakar, Senin (25/12/2017) siang.

Kejadian itu bermula pada saat keluarga Sucipto sedang memasak bersama dengan dibantu para tetangga, lantaran bakal menggelar hajatan untuk salah satu anaknya yang akan menikah.

Pada saat itu, salah satu kompor yang dibuat memasak kehabisan bahan bakar, sehingga mengharuskan untuk diganti dengan tabung elpiji yang baru.

“Awal kejadian itu sekitar pukul 11.45 WIB. Pada saat mengganti tabung elpiji, ada yang kurang tepat dalam memasangnya. Karena kurang tepat, gas yang bocor dengan mudah disambar api, sebab sebelahnya juga ada kompor yang sedang digunakan untuk memasak,” tutur Kapolsek Benjeng AKP Zamzami, Senin (25/12/2017).

Upaya untuk memadamkan api pada saat itu, lanjut Zamzami, sebenarnya sudah sempat dilakukan. Namun api cepat membesar dan kemudian menyambar dinding rumah Sucipto yang terbuat dari kayu, yang membuat para tetangga dan seisi rumah memutuskan untuk keluar guna menyelamatkan diri.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian material saja. Untuk estimasi kerugian sementara sekitar Rp500 juta, karena dalam rumah Bapak Sucipto juga terdapat barang-barang yang bakal dipergunakan untuk menggelar hajatan anaknya menikah,” jelasnya.

Sementara Suwandi yang rumahnya turut terbakar dalam kejadian ini menerangkan, jika dirinya sudah sempat berusaha untuk memadamkan api di rumah Sucipto, yang memang masih kerabat dengan dirinya.

“Ibu-ibu yang memasak sudah berusaha memadamkan api dengan mengambil gombal (kain bekas) yang dibasahi air. Saya sendiri sudah coba untuk mematikan kompor lain, tapi belum berhasil dan api malah sudah menyambar dinding rumah (yang terbuat dari kayu). Melihat itu, semuanya kemudian keluar rumah,” kata Suwandi.

Dengan cepat api membakar seluruh rumah Sucipto yang terbuat dari kayu, yang kemudian terus membesar dan sempat menjalar ke rumah milik Suwandi, yang letaknya memang cukup berdekatan.

Kobaran api baru dapat dipadamkan satu jam kemudian atau sekitar pukul 12.45 WIB, setelah warga sekitar bahu-membahu memadamkan dengan peralatan seadanya, yang lantas disusul bantuan dari dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Gresik.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X