Garut Diguncang Gempa Susulan Magnitudo 5,7

Kompas.com - 16/12/2017, 09:25 WIB
Kondisi ruangan hemodialisa yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitude 6,9 SR, di RSUD Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2017). ANTARA FOTO / IDHAD ZAKARIAKondisi ruangan hemodialisa yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitude 6,9 SR, di RSUD Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2017).
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Guncangan gempa dengan magnitudo 4,5 yang diikuti gempa susulan dalam rentang waktu kurang dari satu menit berkekuatan magnitudo 6,9 di selatan Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (15/12/2017) pukul 23.47, masih terus menimbulkan gempa susulan.

Hingga Sabtu (16/12/2017), gempa susulan terakhir dirasakan di Garut dengan magnitudo 5,7 di 129 KM barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 10 kilometer.

Hal itu disampaikan koordinator Humas dan Protokoler Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor yang dihubungi, Sabtu (16/12/2017) pagi.

Joshua memastikan, gempa susulan yang skalanya cukup besar tersebut masih rangkaian gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam. Namun, gempa susulan yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami, jadi masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada. Jika ada perlu bantuan bisa langsung hubungi kantor SAR," katanya.

Gempa susulan pada Sabtu pagi di Garut tidak terlalu membuat masyarakat panik. Bahkan, sebagian warga tidak menyadarinya.

"Iya, katanya tadi ada gempa susulan, tapi tidak berasa seperti tadi malam," jelas Erlin (32), warga Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (16/12/2017).

Baca juga : Korban Tewas akibat Gempa di Pulau Jawa Bertambah Jadi Dua Orang

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mochamad Riyadi melalui rilis resminya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya gempa susulan yang skalanya akan lebih kecil.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerahnya masing-masing dan tidak terpancing isu-isu tak bertanggung jawab soal gempa bumi dan tsunami.

Sementara, dihubungi terpisah, Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria menyampaikan, hingga saat ini BPBD Garut baru menerima laporan 14 rumah rusak yang tersebar di beberapa kecamatan di Garut.

"Saya masih di lokasi kejadian, sampai saat ini ada 14 rumah yang rusak," katanya lewat pesan singkat saat dihubungi Sabtu (16/12/2017) pagi.

Baca juga : Tentang Gempa Taksimalaya, Satu Orang Tewas dan Sejumlah Bangunan Rusak

Kompas TV Tiupan angin membuat asap menuju ke arah barat.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Regional
Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Regional
Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Regional
Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Regional
Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X