Pilkada Sempat Bermasalah, Akhirnya Bupati Jayapura dan Intan Jaya Dilantik - Kompas.com

Pilkada Sempat Bermasalah, Akhirnya Bupati Jayapura dan Intan Jaya Dilantik

Kompas.com - 12/12/2017, 18:22 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe melantik dan mengambil sumpah janji jabatan bupati dan wakil bupati Jayapura dan Intan Jaya di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (12/12/2017).Jhon Roy Purba Gubernur Papua Lukas Enembe melantik dan mengambil sumpah janji jabatan bupati dan wakil bupati Jayapura dan Intan Jaya di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (12/12/2017).

JAYAPURA, KOMPAS.com – Gubernur Papua Lukas Enembe akhirnya melantik bupati dan wakil bupati Jayapura dan Intan Jaya periode 2017-2022 di Sasana Krida, Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (12/12/2017) petang.

Kedua pasangan kepala daerah itu yakni Bupati Jayapura Mathius Awoitaiuw-Giri Wijayantoro dan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni-Yan Kogoboyauw.

Sebelumnya, kedua kepala daerah ini adalah petahana di daerah mereka masing-masing. Namun, proses pilkada di daerah mereka memakan waktu yang panjang, mulai dari Pemungutan Suara Ulang (PSU), bahkan di Kabupaten Intan Jaya sempat terjadi konflik, hingga mengakibatkan korban jiwa serta pembakaran sejumlah aset pemerintah daerah.

Dalam pelantikan itu, Gubernur Papua Lukas Enembe berpesan untuk memberantas peredaran minuman keras di daerah mereka masing-masing, yang telah disepakati melalui penandatanganan pakta integritas pada Rakerda Bupati dan Wali Kota.

“Saya harapkan semua kepala daerah harus aktif memberantas peredaran minuman keras. Pendapatan dari peredaran miras jumlahnya kecil saja, tapi orang Papua banyak mati karena barang haram ini,” ujar Lukas.

Baca juga: Pilkada Papua 2018 Jadi Fokus Perhatian Pemerintah

Lukas yakin bahwa para kepala daerah yang baru dilantik ini mampu membawa daerahnya menjadi lebih baik hingga memberi kesejahteraan bagi masyarakat, terutama orang asli Papua.

“Saya minta Bupati dan Wabup agar dapat akur dalam bertugas, hingga akhir masa jabatannya. Jangan sampai di tengah perjalanan, antara pasangan bentrok atau tidak saling tegur. Ini bakal berdampak pada kepentingan besar di masyarakat. Sebab, kejadian seperti ini sudah banyak terjadi dari pengalaman saya,” ucapnya.


EditorErwin Hutapea

Close Ads X