Kompas.com - 03/12/2017, 19:27 WIB
Dua warga melintas banjir di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Jalan Arif Rahman Hakim, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/4/2017). KOMPAS.com/BUDIYANTODua warga melintas banjir di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Jalan Arif Rahman Hakim, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/4/2017).
|
EditorAprillia Ika

SUKABUMI, KOMPAS.com - Penyebab bencana banjir yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat  selama ini diduga kuat berasal dari rusaknya daerah hulu. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat dan para pemilik lahan di daerah hulu untuk lebih peduli.

''Penyebab bencana banjir itu sudah jelas dari daerah hulu,'' kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami kepada Kompas.com selesai menjadi pembicara pada Penguatan Kapasitas Satuan Tugas dan Relawan Penanggulangan Bencana dalam Penanganan Tanggap Darurat di Hotel Augusta, Sukabumi, Sabtu (2/12/2017).

Baca juga : Hujan Deras, Sungai di Sukabumi Meluap dan Merendam Permukiman

Dia menuturkan untuk setiap daerah yang diterjang bencana banjir tentunya akan diketahui pasti daerah hulunya.

Dia pun memberikan beberapa contoh, seperti banjir di Cidolog dipastikan dari daerah hulunya yang berlokasi di Gunung Bentang, banjir di Kecamatan Kalibunder tentunya dari daerah Mataram, Lengkong.

''Kami bersama para pencinta lingkungan dan beberapa organisasi melaksanakan gerakan penghijauan di daerah hulu, namun di satu sisi, pemilik lahan tidak punya inisiatif. Sebenarnya sudah kami ingatkan, proses-proses perubahan fungsi lahan harus dicermati oleh mereka, karena dampaknya sangat merugikan,'' tutur dia.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan sepanjang 2017 ini bencana banjir akibat meluapnya sungai telah melanda belasan kecamatan, di antaranya Cidolog, Sagaranten, Kalibunder, Ciemas, Cibitung, Cisolok, Cikembar dan Cicurug.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Suherman menambahkan Pemkab Sukabumi telah menetapkan status siaga darurat banjir, longsor, dan pergerakan tanah.

Kebijakan bupati ini tertuang dalam SK Bupati Sukabumi Nomor 60/kep.819-BPBD/2017 tertanggal 1 Nopember 2017 yang berlaku sejak 1 Nopember 2017 hingga 31 Mei 2018 tahun depan.

''SK tersebut menunjukkan bahwa pada November Sukabumi sudah dalam kondisi siaga darurat banjir, longsor dan pergerakan tanah. Penetapan ini berdasarkan hasil rakor BPBD se Jawa Barat dan Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandung pada tanggal 19 Oktober lalu,'' tambah Maman.

Baca juga : Bupati Sukabumi dan Perhutani Saling Tuding soal Penyebab Banjir Cidolog

Kompas TV Wisatawan Terseret Ombak Laut Pelabuhan Ratu, 2 Hilang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.