Tak Ada Biaya, Nelayan Miskin di Bireuen Alami Sakit akibat Pen Besi di Paha

Kompas.com - 24/11/2017, 16:44 WIB
Zulmahdi (45), nelayan miskin warga Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, hanya dapat menangis dan pasrah menahan sakit di tempat tidur rumahnya karena paha kiri bekas dioperasi kini pen sambungan besi yang dipasang dokter telah keluar dari daging pangkal paha dan tulang betis, Jumat (24/11/2017). KOMPAS.COM/ RAJA UMARZulmahdi (45), nelayan miskin warga Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, hanya dapat menangis dan pasrah menahan sakit di tempat tidur rumahnya karena paha kiri bekas dioperasi kini pen sambungan besi yang dipasang dokter telah keluar dari daging pangkal paha dan tulang betis, Jumat (24/11/2017).
|
EditorErwin Hutapea

BIREUEN, KOMPAS.com – Zulmahdi, (45) nelayan miskin warga Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, bertahun-tahun hanya dapat menangis dan pasrah menahan sakit di tempat tidur rumahnya.  

Paha kiri bekas dioperasi akibat kecelakaan yang terjadi 11 tahun lalu terasa makin sakit. Kini pen sambungan besi yang dipasang dokter telah keluar dari daging pangkal paha dan tulang betisnya.

“Saat petir seperti kesetrum listrik sakit sekali, sejak dioperasi karena kecelakaan pada tahun 2006 sampai sekarang saya tidak pernah berobat lagi karena tidak ada biaya. Jangankan biaya berobat, untuk beli ikan asin saja sekarang tidak ada uang,” kata Zulmahdi (45) saat dijumpai Kompas.com di rumahnya, Jumat (24/11/2017).

Zulmahdi mengaku, setelah kaki kanannya diamputasi dan kaki kiri dioperasi, selama 11 tahun ini dia hanya terbaring di tempat tidur dan tak bisa lagi keluar dari rumah. Hal itu membuat istrinya, Zulmah (43), yang menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai keempat anak mereka.

“Semenjak musibah kecelakaan, saya tidak dapat lagi mencari nafkah. Selama ini istri yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh harian di sawah dan kebun orang,” kata Zulmahdi.

Meski harus melawan rasa sakit di paha kiri karena keluarnya besi pen sambungan operasi, sambil terbaring di tempat tidurnya, sesekali Zulmahdi memperbaiki jaring tangkapan ikan nelayan tradisional dengan upah Rp 15.000 per jaring.

“Sesekali ada orang antar jaring tangkapan ikan disuruh pasang timah dan perbaiki, paling satu jaring dikasih upah Rp 15.000, dan ini pun tidak tiap hari ada orang bawa. Biar ada tambahan untuk biaya keluarga,” jelas dia.

Baca juga: Sebatang Kara di Rusun, Nek Mimi Menahan Sakit Kakinya Saat Pergi ke RS Seorang Diri

Lima tahun lalu, kata Zulmahdi, dia sempat dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Fauziah Bireuen oleh salah satu caleg DPR RI. Namun, selama 12 hari di rumah sakit, tak ada tindakan pengobatan dari tenaga medis. Bahkan untuk seluruh biaya keperluan selama berada di rumah sakit harus dibayar sendiri.

“Dulu pernah dibawa saya ke RSUD Bireuen oleh caleg dari Jakarta yang awalnya menyatakan akan membiayai pengobatan saya hingga tuntas, tapi setelah saya berada di rumah sakit 12 hari tidak ada tindakan apa-apa. Kemudian seluruh biaya harus saya bayar sendiri dan terpaksa saya jual kambing,” tambah dia.

Zulmahdi hanya berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatan dan pelepasan pen besi bekas sambungan operasi di pahanya. “Saya ingin sambungan pen besi ini dibuka sehingga tidak sakit lagi saat hujan dan petir, minimal dapatlah saya keluar rumah,” harap dia.

Sementara itu, Salahudin, Sekretaris Desa Kuala Ceurape, mengaku, pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan biaya untuk pengobatan dan pelepasan pen besi sambungan di paha Zulmahdi kepada Dinas Sosial Kabupaten Bireun, tetapi sampai saat ini belum ada respons dari dinas terkait dan pemerintah.

“Sudah 11 tahun Zulmahdi sakit belum ada bantuan apa pun dari pemerintah. Kami sudah pernah mengajukan permohonan untuk membantu biaya pengobatan dan pembukaan pen dari paha Zulmahdi, tetapi tidak ada respons. Saya tidak tahu, mungkin tidak ada dana,” ujar Salahudin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pratu Roy Vebrianto Gugur dalam Kontak Senjata, KKB Disebut Menyerang dari Ketinggian

Pratu Roy Vebrianto Gugur dalam Kontak Senjata, KKB Disebut Menyerang dari Ketinggian

Regional
Modus Ritual Pakai Boneka Kayu hingga Bekicot, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah

Modus Ritual Pakai Boneka Kayu hingga Bekicot, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah

Regional
Sebelum Dibuntuti dan Tewas Dibacok Teman Kos, Susiato Ucapkan Kalimat Ini ke Pelaku

Sebelum Dibuntuti dan Tewas Dibacok Teman Kos, Susiato Ucapkan Kalimat Ini ke Pelaku

Regional
Modus Ritual Sembuhkan Penyakit, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah di Bawah Umur

Modus Ritual Sembuhkan Penyakit, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah di Bawah Umur

Regional
Bermodus Ritual Kunci Batin, Guru Tari Diduga Cabuli Sembilan Muridnya

Bermodus Ritual Kunci Batin, Guru Tari Diduga Cabuli Sembilan Muridnya

Regional
Dinkes Kalbar Tes Swab Antigen Acak Penumpang Kapal dari Kayong Utara

Dinkes Kalbar Tes Swab Antigen Acak Penumpang Kapal dari Kayong Utara

Regional
Setahun Pandemi, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Ini Rahasianya

Setahun Pandemi, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Ini Rahasianya

Regional
Baru 2 Bulan Menikah, Seorang Istri Tewas Dibunuh Suami, Motifnya Cemburu

Baru 2 Bulan Menikah, Seorang Istri Tewas Dibunuh Suami, Motifnya Cemburu

Regional
RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

Regional
KPU Magelang Tetapkan Nur Aziz-Mansyur Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Magelang Tetapkan Nur Aziz-Mansyur Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Kontak Senjata TNI dan KKB di Intan Jaya, Kogabwilhan III: Jumat Siang Masih Terjadi Baku Tembak

Kontak Senjata TNI dan KKB di Intan Jaya, Kogabwilhan III: Jumat Siang Masih Terjadi Baku Tembak

Regional
Rekam dan Sebarkan Video Adegan Panas Pasien di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Rekam dan Sebarkan Video Adegan Panas Pasien di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Petugas Berjaga Kuburan Paus, Khawatir Warga Ambil Tulang Belulang

Petugas Berjaga Kuburan Paus, Khawatir Warga Ambil Tulang Belulang

Regional
Diduga Dianiaya OTK, Karyawati Minimarket yang Hamil Terluka di Perut, Begini Kondisinya

Diduga Dianiaya OTK, Karyawati Minimarket yang Hamil Terluka di Perut, Begini Kondisinya

Regional
Cuit Viral di Medsos, Unila Ngotot Mahasiswa KKN Turun Lapang ke Desa-desa, padahal Kasus Covid-19 Tinggi

Cuit Viral di Medsos, Unila Ngotot Mahasiswa KKN Turun Lapang ke Desa-desa, padahal Kasus Covid-19 Tinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X