Kompas.com - 23/11/2017, 21:50 WIB
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat konferensi pers terkait rencana penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017 di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoKetua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat konferensi pers terkait rencana penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017 di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017).
|
EditorCaroline Damanik

MATARAM, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa NU akan terus ada di barisan depan dalam mengawal keutuhan dan keselamatan Negara Republik Indonesia.

"NU sekarang dan seterusnya ada di barisan depan dalam mengawal keutuhan dan keselamatan Negara Kesatuan Republik indonesia," katanya saat menyampaikan pidato dalam pembukaan Munas NU di Mataram, NTB, Kamis (23/11/2017).

Said mengatakan, tema Munas NU X tahun ini adalah mempekokoh nilai kebangsaan melalui gerakan deradikalisasi dan penguatan ekonomi warga. Bagi Said, tema tersebut sangat penting mengingat belakangan ini semangat nasionalis bangsa Indonesia makin luntur.

“Alhamdullilah, (semangat) NU tidak pernah pudar dan tidak pernah luntur. Dari dulu, sekarang dan seterusnya. Seperti lagu yang ditulis Kiai Wahab yang diperintahkan Kiai Hasyim Ashari tentang perjuangan NU merupakan lagu yang menunjukkan prinsip perjuangan NU yang nasionalisme religius nasionalis. Beda dengan di Timur Tengah, yang nasionalis tidak religius, yang religius tidak nasionalis,” katanya.

Pada era keterbukaan dan teknologi canggih serta kemajuan informasi teknologi yang luar biasa, Said Aqil menilai banyak warga Indonesia yang mudah terpengaruh oleh provokasi radikalisme meski dunia internasional masih melihat bahwa bangsa Indonesia hidup damai, bersatu dan toleran satu sama lain dengan kebhinekaannya.

(Baca juga: Jokowi: Pemerintah Tak Akan Toleransi Radikalisme, Apa Pun Organisasinya)

Dia menyadari bahwa kondisi di Indonesia berbeda jauh dengan di Afganistan, Irak, Suriah, Yaman, Somalia, dan Libya yang mayoritas beragama Islam tetapi perang saudara entah kapan bisa berhenti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Said Aqil memuji keberanian pemerintah membubarkan organisasi masyarakat yang dinilai kental dengan aliran radikal. Presiden Jokowi juga dinilai mengambil langkah tepat menerbitkan Perppu Ormas.

Sementara itu, dalam Munas NU akan dibahas beberapa hal, seperti rencana perubahan UU KUHP yang belum juga selesai.

“Anggota Dewan kok belum membahas ini, apa perlu pelicin ya? Kalau undang-undang politik kok ya cepat jadinya” kritik Said.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X