Todong Sipir dengan Senjata Api, 2 Napi Lapas Pekanbaru Melarikan Diri

Kompas.com - 23/11/2017, 05:21 WIB
Ilustrasi Senjata Api atau Pistol TOTO SIHONOIlustrasi Senjata Api atau Pistol
|
EditorFarid Assifa

PEKANBARU,KOMPAS.com - Dua tahanan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II Pekanbaru melarikan diri. Mereka kabur setelah menodongkan senjata api ke petugas sipir.

Dua tahanan yang kabur itu adalah Satriandi yang merupakan terpidana kasus pembunuhan berencana. Satriandi merupakan pecatan anggota Polres Rohil, Riau. Tahanan yang kedua adalah Nugroho, terpidana 2,5 tahun penjara karena kasus pencurian.

"Keduanya ini satu sel," ucap Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Lapas Kelas II Pekanbaru jalan Lembaga Rabu (22/11/2017).

Polisi Pekanbaru mendapatkan informasi kaburnya dua tahanan itu dari lapas sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, polisi langsung meluncur ke lokasi.

Kapolresta Kombes Susanto memperkirakan bahwa kaburnya tahanan itu sudah direncanakan. Hal itu karena setelah keluar dari Lapas Pekanbaru, keduanya sudah ada yang menjemput.

"Ada mobil warga hitam yang sudah menunggu di depan pintu lapas. Setelah itu mereka langsung kabur. Peristiwa penodongan senpi itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB," ucap Kapolresta Pekanbaru.

Baca juga : Usai Buang Air di Kebun, Napi yang Kabur Ditangkap Kembali

Kompas TV Tas-tas mahal berkualitas modern kini mampu diciptakan narapidana di rumah tahahan klas 1 Cipinang Jakarta Timur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Regional
Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Regional
Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Regional
Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Regional
13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X