Kompas.com - 22/11/2017, 18:26 WIB
Seorang polisi wanita tengah memberikan pengajaran kepada anak-anak yang dievakuasi. Dok Humas Polda PapuaSeorang polisi wanita tengah memberikan pengajaran kepada anak-anak yang dievakuasi.
|
EditorReni Susanti

JAYAPURA, KOMPAS.com – Konflik yang diciptakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area Freeport, Kabupaten Mimika, Papua berdampak kepada anak-anak. Selain harus dievakuasi dari tanah kelahirannya, hingga kini nasib pendidikannya belum jelas. 

Berdasarkan data, warga asli Papua yang dievakuasi dari Kampung Kimbeli, Banti 1, Banti 2 dan Desa Opitawak sebanyak 806 orang. Dari jumlah itu, laki–laki sebanyak 205 orang, perempuan 302 orang, sedangkan anak-anak mencapai 299 orang.

“Untuk sementara ini mereka masih berada di gedung Emeneme Jauware Timika, gedung milik pemda setempat,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Rabu (22/11/2017).

Kamal menjelaskan, sejak KKB mengganggu aktivitas masyarakat di beberapa kampung di Kecamatan Tembagapura, aktivitas pendidikan terhenti. Sebab guru-guru meninggalkan daerah itu.

“Setidaknya ada sekitar 100 orang yang perlu mendapatkan pendidikan di usia dini, yakni TK dan SD,” katanya.

(Baca juga : Berhasil Dievakuasi, Sandera KKB Mulai Mendapat Perawatan Medis)

Guna mencegah trauma anak-anak, saat ini ada 10 guru yang dibantu polisi khususnya polisi wanita melakukan aktivitas belajar di lokasi penampungan sementara.

“Kita buat suasana anak-anak seperti belajar di sekolah. Mulai dari pelajaran berupa pengenalan huruf dan angka kepada mereka, bahkan games. Kita buat seperti mereka belajar di kampung mereka. Saat ini yang kita pikirkan apa saja yang harus kita buat untuk menghilangkan trauma mereka,” tegasnya.

Ia pun meminta instansi terkait membantu mencarikan solusi bagi masyarakat yang dievakuasi. Apakah mereka ingin menetap di Timika atau akan kembali ke daerahnya masing-masing.

“Kalau mereka kembali bagaimana solusinya kelancaran kehidupan mereka sehari-hari, karena kita ketahui di sana kondisi tanah atau pertanian sangat minim. Barang tentu sangat berpengaruh terhadap kehidupan mereka," ungkapnya.

"Di sana sudah tidak ada lagi persediaan makanan sehingga menjadi perhatian kita semua agar ke depan mereka mendapatkan kehidupan yang layak,” tambahnya.

(Baca juga : Gatot: Negosiasi dengan KKB Berulang Kali Dilakukan, tapi Selalu Gagal )

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X