Kompas.com - 08/11/2017, 19:27 WIB
Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto (kanan) dan Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Yan Rusmanto menunjukkan barang bukti dalam insiden bentrokan di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, dalam pers rilis, Rabu (8/11/2017). Kompas.com/ Iqbal FahmiKapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto (kanan) dan Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Yan Rusmanto menunjukkan barang bukti dalam insiden bentrokan di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, dalam pers rilis, Rabu (8/11/2017).
|
EditorFarid Assifa

CILACAP, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Cilacap menetapkan tujuh tersangka dalam insiden bentrokan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Permisan, Pulau Nusakambangan.

Perselisihan antar-narapidana pada Selasa (7/11/2017) berujung pada aksi saling serang hingga menyebabkan satu napi bernama Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Boni tewas.

Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Yulianto,  Rabu (8/11/2017), mengatakan, ketujuh tersangka masing-masing bernama David, Jon Tris, Hasan Bisri, serta tiga nama yang diinisial MR, DD, OP, dan juga korban tewas, Boni.

“Sementara pelaku pembunuhan atas tersangka Boni (tewas) adalah Sutrisno, narapidana kasus pidana umum penganiayaan,” katanya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan maraton selama 24 jam terakhir, pihaknya memastikan bentrokan tersebut dilatarbelakangi perselisihan dua kubu antara kelompok Jhon Kei dan kelompok Jon Tris. Dalam kehidupan sosial lapas, lanjut Kapolres, budaya saling berebut pengaruh dan dominasi memang sangat kental.

“Bukan cuma teroris dan Jhon Kei, yang bertikai justru semua napi yang sedang berbaur di blok itu. Ada dari narkoba, pidana umum,” ungkapnya.

Dalam kronologinya, Djoko Yulianto menceritakan, awal mula perselisihan berangkat dari aksi pelemparan batu oleh kelompok Jon Tris (pidana umum) kepada Jhon Kei di dalam kamarnya sesaat sebelum apel pagi. Dalam insiden ini, napi Jhon Kei mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puncaknya pada pukul 12.30 WIB, kelompok Jhon Kei yang beranggotakan empat orang, yakni David, MR, DD, dan juga Boni, mendatangi kamar 20 Blok C untuk balas dendam atas apa yang terjadi pada pimpinannya, Jhon Kei. Di blok tersebut, terdapat napi Jon Tris dan beberapa napi pidana umum hingga teroris.

“Di kamar 20 Blok C inilah, empat napi kelompok Jhon Kei melakukan pengeroyokan terhadap napi Jon Tris dan Hasan Bisri,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, pihak pegawai lapas berteriak meminta tolong hingga membuat napi kelompok Jhon Kei berlari keluar untuk kembali ke kamar masing-masing. Namun naas, satu dari anggota kelompok Jhon Kei, yakni Boni, tertinggal di belakang sehingga menjadi bulan-bulanan tiga orang napi kelompok Jon Tris.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.