Pendopo dan Toilet Akan Dibangun di Puncak Gunung Ijen

Kompas.com - 02/11/2017, 08:51 WIB
Lubang yang ada di jalur pendakian Gunung Ijen Banyuwangi Foto koleksi Sea Soldier BanyuwangiLubang yang ada di jalur pendakian Gunung Ijen Banyuwangi
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Munculnya bolong-bolong di Gunung Ijen karena akan ada pembangunan di taman wisata alam tersebut.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur sempat berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada Senin (23/10/2017) untuk berkoordinasi terkait pembangunan di gunung yang terkenal dengan keindahan blue fire-nya itu.

Kepala Balai Besar BKSDA Jawa Timur, Ayu Dewi Utari kepada Kompas.com saat itu menjelaskan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana tersebut sudah diajukan sejak tahun 2016 lalu dan untuk tahun 2017 sudah turun sebesar Rp 6 miliar lebih.

"Proses pembangunan di Paltuding hingga ke atas saat ini sudah berjalan. Untuk di atas (puncak) akan dibangun pendopo untuk rest area. Tidak begitu besar karena kondisinya memang tidak begitu luas di atas," jelas ayu Dewi Utari di ruang lounge Pemda Banyuwangi, Senin (23/10/2017)

Ia menambahkan, pembangunan sarana dan prasarana tersebut meliputi pembangunan mushala, lahan parkir, ruang intepretasi wisata, pondok perapian, embung, dan tandon air. Juga akan dibangun taman bermain, tempat pantau satwa, pos pengendalian kebakaran, camping ground, perbaikan jalur pendakian, dan beberapa fasilitas lainnya.

"Untuk tahap pertama ditargetkan selesai pada Desember 2017 ini," ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengatakan, bupati Banyuwangi juga telah mengirimkan surat untuk pavingisasi di tempat parkir dan itu sudah selesai dikerjakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Gunung Ijen Bolong-bolong Tuai Kecaman Warganet

BKSDA juga meminta dukungan pemda mengembangkan sarana prasarana di Ijen. Seperti halnya penyediaan akses listrik dan air.

“Untuk listrik dan air, memang cukup sulit di Ijen. Kami mengajak pemda untuk ikut bisa mendorong pihak-pihak yang berwenang dalam hal tersebut agar turut memperhatikan Ijen,” terangnya.

Tiang pancang yang dibangun di puncak Gunung IjenFoto koleksi Sea Soldier Banyuwangi Tiang pancang yang dibangun di puncak Gunung Ijen

Sebagai kawasan konservasi, lanjut Ayu, proses pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan kealamihan kawasan Ijen.

“Sebagai salah satu destinasi, kita juga bertanggung jawab agar pengunjung nyaman saat berkunjung ke sini. Pengembangannya tetap mengedepankan konsep konservasi. Sehingga ke depannya, Ijen ini benar-benar layak untuk dikunjungi. Bertahap lah pembangunan,” ujarnya.

Terkait rencanan pembangunan cable car, ia mengatakan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen ada blok pemanfaatan dan blok publik yang dimanfaatkan untuk masyarakat. Sedangkan untuk blok usaha dikelola pihak swasata yang rencananya membangun cable car.

"Untuk cable car saya tidak bisa komentar karena itu ada di blok usaha yang dikelola oleh pihak swasta pemegang konsesi izin usaha pengelolaan pariwata alam. Mereka yang akan bangun cable car. Izinnya sudah ada, sedangkan izin definitif sedang berproses," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan beberapa hari terakhir viral foto keadaan jalur pendakian Gunung Ijen yang bolong-bolong. Selain itu, terlihat beberapa tiang pancang bangunan di tengah jalur pendakian di gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso itu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.